Tesis
Analisis pasar modal Indonesia pada fenomena bulan Suro / Cip Widya Ariska Putri
Abstrak
ABSTRAK Putri Cip Widya Ariska. 2020. Analisis Pasar Modal Indonesia Pada Fenomena Bulan Suro. Tesis.Departemen Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Eka Ananta Sidharta S.E. M.M. Ak. CA (2) Ani Wilujeng Suryani S.E. M.Actg.Fin. Ph.D. Kata Kunci Mean Return Volatility Suro Seasonal Anomalies Java Secara teori pasar modal pasar efisien dikatakan efisien apabila harga suatu surat berharga telah mencerminkan seluruh informasi yang relevan. Namun adanya anomali pasar yang menyebabkan keacakan harga di pasar menjadikan informasi yang tersedia dapat digunakan untuk memprediksi return pasar untuk memperoleh abnormal return. Fenomena anomali pasar yaitu anomali musiman yang mengakibatkan pasar tidak efisien. Dalam penanggalan Jawa terdapat bulan-bulan yang dikenal dengan nama bulan Suro dimana sebagian masyarakat menganggap bulan Suro merupakan bulan yang dihindari oleh masyarakat karena terlambat menyelenggarakan kegiatan upacara. Kepercayaan masyarakat ini berdampak pada perekonomian masyarakat selama bulan Suro. Bulan Suro bertepatan dengan tahun hijriah sekaligus peringatan akan datangnya bulan Muharram yang baru menganggap hal ini akan mengundang diadakannya kegiatan perekonomian dalam perayaan tersebut namun disisi lain masyarakat konsumsi menolak karen a tidak ada larangan melakukan kegiatan seremonial. . Hal ini kemungkinan besar akan berdampak pada return saham. Berdasarkan pemaparan tersebut penelitian bertujuan untuk menguji apakah bulan Suro membawa dampak terhadap perekonomian dengan melihat rata-rata dan volatilitas indeks return di pasar modal Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Generalized Autoregressive Conditional Heterocedasticity (GARCH) untuk menguji apakah terdapat pengaruh bulan Suro terhadap mean return dan volatilitas return pada indeks harga pemisahan komposit dan sepuluh sektor. Sampel penelitian menggunakan periode tahun 2009 sampai dengan tahun 2020. Teknis analisis data dalam penelitian menggunakan uji asumsi klasik seperti uji normalitas uji stasioneritas uji autokorelasi uji heteroskedastisitas. Sebelum melakukan uji GARCH terlebih dahulu dilakukan uji ARCH untuk memeriksa apakah data tersebut mempunyai pengaruh ARCH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean return bulan Suro mengalami peningkatan dibandingkan bulan Sawal dan Besar. Berbeda dengan hasil mean return hasil volatilitas return pada bulan Suro mengalami penurunan dibandingkan pada bulan Sawal dan Besar. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada bulan Sawal dan Besar indeks harga kembali mengalami volatilitas jika dibandingkan dengan bulan Suro.