Skripsi
Daya tahan simpan dodol apel dan dodol nangka dengan variasi lama waktu penyimpanan berdasarkan angka lempeng total (alt) koloni bakteri / Rodiah Amin Hamidah
Abstrak
Dodol merupakan makanan tradisional Indonesia yang memiliki daya tahan simpan terbatas. Dodol sangat rentan terhadap pertumbuhan bakteri kontaminan yang dapat berpengaruh terhadap kualitas dodol selama masa penyimpanan. Oleh karena itu daya tahan simpan dodol perlu diperhatikan agar tidak membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas daya tahan simpan dodol apel dan dodol nangka yang disimpan dengan lama waktu yang berbeda berdasarkan nilai ALT koloni bakteri yang dirujukkan pada ketentuan BPOM No. 13 tahun 2019 yaitu tidak melebihi 1 0 times 104 cfu/g. Penelitian ini merupakan penelitian observasional laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel pada penelitian ini yaitu dodol apel dan dodol nangka yang disimpan dengan lama waktu penyimpanan yang berbeda yaitu 0 7 14 dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama waktu penyimpanan terhadap daya tahan simpan dodol apel dan dodol nangka berdasarkan ALT koloni bakteri. Dodol apel memiliki daya tahan simpan 14 ndash 20 hari dengan rerata ALT koloni bakteri senilai 3 7 times 104 cfu/g dan dodol nangka memiliki daya tahan simpan 7 ndash 13 hari dengan rerata ALT koloni bakteri senilai 1 3 times 104 cfu/g.