Skripsi
Studi komparasi komunitas epifauna di kawasan hutan lindung dan hutan produksi pantai pesanggrahan kabupaten malang / Qurrota A’yun Nisa
Abstrak
Ekosistem hutan memiliki peranan kompleks sebagai habitat fauna dan flora tempat berlindung dan sumber nutrisi. Salah satu komponen hutan adalah epifauna yang hidup di permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan membandingkan komunitas epifauna pada tipe hutan berbeda yaitu kawasan hutan lindung dan hutan produksi Pantai Pesanggrahan Kabupaten Malang berdasarkan indeks keanekaragaman (H rsquo ) indeks kemerataan (E) indeks kekayaan (R) indeks nilai penting (INP) laju dekomposisi serasah dan hubungan faktor abiotik terhadap kelimpahan individu dan jumlah jenis. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode line transek mengikuti jalur patroli polisi hutan. Pada setiap tipe hutan diambil sebanyak 10 transek dengan jarak setiap transek 50 meter dan masing-masing transek terdapat 5 ulangan atau 5 titik untuk meletakkan perangkap epifauna pitfall trap. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 28 spesies dari 21 famili pada kawasan hutan lindung dan sebanyak 26 spesies dari 20 famili di hutan produksi. Indeks keanekaragaman epifauna pada hutan lindung sebesar 2.928 (sedang) dan pada hutan produksi sebesar 2.223 (sedang). Indeks kemerataan pada hutan lindung sebesar 0.861 (tinggi) dan hutan produksi sebesar 0.682 (tinggi). Indeks kekayaan sebesar 4.212 (tinggi) dan sebesar 3.880 (sedang) pada hutan produksi. Analisis INP menunjukkan famili Formicidae memiliki nilai INP tertinggi yaitu spesies Polyrachis dives pada hutan lindung dan Pachycondyla sp pada hutan produksi. Rerata laju dekomposisi pada hutan lindung sebesar 0.043 g/hari sedangkan pada hutan produksi sebesar 0.025 g/hari. Hasil uji regresi linier berganda faktor abiotik terhadap kelimpahan individu menunjukkan faktor abiotik suhu tanah dan kelembaban tanah berpengaruh terhadap kelimpahan individu di hutan lindung dan hutan produksi. Sedangkan hasil uji regresi linier berganda faktor abiotik terhadap jumlah jenis menunjukkan faktor kelembaban tanah berpengaruh terhadap jumlah jenis di hutan lindung sedangkan faktor suhu tanah berpengaruh terhadap jumlah jenis di hutan produksi.