Skripsi
Pengaruh moringa oleifera seed oil terhadap ekspresi gen il-1? dan il-18 pada mencit (mus musculus) model fibrosis hati / Diajeng Ravika Adil Bangun Negara
Abstrak
Fibrosis hati merupakan dasar patologis umum dari berbagai penyakit kerusakan hati yang dapat berkembang menjadi sirosis dan kemudian hepatocellular carcinoma (HCC). Pengobatan alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan bahan alami sebagai obat misalnya dengan minyak biji kelor (MOSEIL). Pada patogenesis fibrosis hati terdapat pengaruh sitokin pro-inflamasi gen IL-1 beta dan IL-18. Telah diteliti bahwa peningkatannya dapat menjadi indikasi fibrosis hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian MOSEIL terhadap ekspresi gen IL-1 beta dan IL-18 pada mencit model fibrosis hati berprogresi HCC yang diinduksi CCl4. Objek yang digunakan yaitu mencit BALB/c yang diinduksi CCl4 selama 1 bulan pertama kemudian dilanjutkan pada bulan kedua dengan menginduksi CCl4 bersama MOSEIL. Ekspresi gen target diukur dengan metode RT-qPCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan perlakuan dapat mencegah penurunan berat badan mencit. Dari hasil morfologi yang ada juga menunjukkan perubahan warna dan adanya benjolan serta terdapat infiltrasi sel pada hasil histopatologi. Perlakuan MOSEIL juga dapat menekan ekspresi gen IL-1 beta dan IL-18 yang diinduksikan dalam perkembangan fibrosis. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian MOSEIL dapat menekan perkembangan fibrosis melalui inhibisi pada ekspresi gen pro-inflamasi. Oleh karena itu temuan penelitian ini dapat menjadi dasar rekomendasi pengembangan bahan obat berbahan baku MOSEIL dalam pencegahan kronis hati.