Skripsi
Perancangan instalasi pengolahan air limbah domestik menggunakan horizontal subsurface flow constructed wetlands dengan continuous aeration untuk mereduksi konsentrasi nitrogen / Nailul Maghfiroh
Abstrak
Pembangunan infrastruktur menimbulkan permasalahan pencemaran air yang menyebabkan penurunan kualitas air. Konsentrasi nitrogen pada air limbah domestik yang berlebih berdampak negatif pada ekologi dan kesehatan manusia. Di Kota Malang hanya sekitar 14% instalasi pengolahan air limbah yang berfungsi secara optimal dalam mendegradasi air limbah. Sistem pengolahan air limbah seperti tangki septik komunal fasilitas mandi cuci kakus bersama dan instalasi pengolahan air limbah kecil mencakup kurang dari 5% dari total populasi. Akibatnya sejumlah besar air limbah yang tidak diolah atau diolah secara tidak memadai dibuang ke bedan air permukaan yang menyebabkan penurunan kualitas air sungai. Kampus seperti Universitas Negeri Malang tentu saja tidak terbebas dari permasalahan air limbah. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Universitas Negeri Malang menggunakan IPAL dengan sistem biofilter. Saat ini terdapat sistem lain dalam mengelola air limbah domestik yang lebih ramah lingkungan yaitu constructed wetlands (CWs). Dalam penelitian ini pengolahan air limbah domestik menggunakan Horizontal Subsurface Flow Constructed Wetlands (HSFCW) yang dikombinasikan dengan continuous aeration tanaman Typha sp. dan media tanam hidroton untuk mereduksi konsentrasi nitrogen. Berdasarkan hasil perancangan sistem HSFCW sistem HSFCW yang direncanakan menggunakan skala laboratorium didapatkan panjang 186.4 cm dan lebar 46.6 cm. Sistem HSFCW dengan HRT satu hari mampu mereduksi konsentrasi NO2 NO3 dan NH4 dengan efisiensi penurunan masing-masing sebesar 20.337% 1.736% dan 51.921%. Sedangkan pada HRT dua hari mampu mereduksi konsentrasi NO2 NO3 dan NH4 dengan efisiensi penurunan masing-masing sebesar 93.298 % 25.360% dan 25.360%.