Disertasi
Karakterisasi metakognisi siswa berdasarkan pemosisian dalam interaksi diskusi kelompok pada pemecahan masalah matematika di sekolah dasar / Dyah Triwahyuningtyas
Abstrak
Aktivitas metakognisi siswa dalam diskusi kelompok menyelesaikan masalah dipengaruhi oleh pola pemosisian siswa. Pemosisian siswa yang muncul dalam diskusi kelompok mempunyai tipe yang berbeda. Metakognisi mendukung munculnya kesadaran dan pemahaman berpikir siswa baik secara individu maupun kelompok dalam proses pemecahan masalah. Penelitian sebelumnya lebih banyak membahas aktivitas metakognisi individu dan sosial pada siswa menengah atas serta mahasiswa sehingga perlu dilakukan penelitian lebih mendalam terkait dengan aktivitas metakognisi pada siswa SD berdasarkan pemosisian siswa dalam interaksi diskusi kelompok memecahkan masalah matematika. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan karakterisasi metakognisi siswa berdasarkan pemosisian dalam interaksi diskusi kelompok pada pemecahan masalah matematika di sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan variabel matakognisi dan pemosisian siswa pada diskusi kelompok. Deskripsi dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metakognisi siswa yang muncul berdasarkan pemosisian dalam interaksi diskusi kelompok pada pemecahan masalah matematika di sekolah dasar. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes terdiri dari tiga masalah yang diberikan kepada siswa untuk diselesaikan melalui diskusi kelompok pedoman wawancara dan lembar validasi instrumen. Pada diskusi kelompok dilakukan perekaman menggunakan kamera video untuk merekam aktivitas percakapan diskusi siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan pemosisian siswa. Selanjutnya dilakukan wawancara kepada masing-masing subjek untuk mengkonfirmasi jawaban dan aktivitas yang dilakukan pada saat diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi metakognisi berdasarkan pemosisian siswa dalam interaksi diskusi kelompok pada pemecahan masalah matematika yaitu siswa ahli memiliki aktivitas metakognisi yang lengkap dari segi awareness regulation dan evaluation. Siswa ahli juga berperan sebagai pemicu aktivitas metakognisi dengan memberikan rangsangan kepada rekannya. Siswa fasilitator terkadang memenuhi ketiganya yaitu awarenees regulation dan evaluation sedangkan siswa pemula cenderung melakukan aktivitas metakognisinya pada awareness dan regulation saja. Siswa ahli memiliki komunikasi yang baik dalam berdiskusi menyampaikan pendapat serta memberikan rangsangan kepada rekan lain. Siswa ahli sering memicu terjadinya aktivitas metakognisi siswa fasilitator dan pemula. Siswa ahli dalam interaksi diskusi juga dipicu oleh fasilitator dan dirinya sendiri dalam memunculkan aktivitas metakognisinya. Siswa fasilitator cenderung meminta orang lain untuk melakukan tindakan siswa melakukan tindakan tanpa adanya permintaan dan sering memberikan respon terhadap informasi dari siswa ahli dan menyatakan ulang informasi dari rekannya. Siswa fasilitator dalam aktivitas metakognisinya sering menjadi pemicu siswa pemula dan terkadang juga pengikut dari siswa ahli. Siswa pemula cenderung mengajukan pertanyaan untuk meminta informasi dan sering menyatakan ulang informasi dari siswa ahli dan fasilitator. Siswa pemula sering memberikan respon yang tidak sesuai dengan permintaan konfirmasi dan cenderung sebagai pengikut yang selalu mengikuti arahan dan jawaban dari siswa ahli dan fasilitator. Siswa pemula cenderung kesulitan dalam memunculkan aktivitas metakognisinya sehingga membutuhkan pemicu dari siswa ahli dan fasilitator pada interaksi diskusi kelompok.