Tesis
Pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah berbasis moral dan kepuasan kerja terhadap perilaku turnover intention yang dimediasi oleh komitmen guru pada SMA Swasta se Kabupaten Manggarai / Frederikus Marianus Kurniawan Anse
Abstrak
Diskursus seputar dunia pendidikan merupakan suatu hal yang semestinya terus dilakukan. Hal ini dilakukan mengingat urgensitas Pendidikan bagi kemajuan sebuah bangsa. Salah satu sumber daya manusia yang memiliki andil besar dalam kemajuan dunia Pendidikan adalah guru. Berkenan dengan peran strategis guru dalam kemajuan dunia Pendidikan maka penting untuk mengelaborasi berkaitan dengan berbagai faktor yang membentuk performa guru dalam menjalankan tugas keprofesionalannya dan juga keinginannya untuk tetap bertahan dalam tugasnya sebagai guru. Penelitian ini mengakaji tentang kepemimpinan kepala sekolah berbasis moral kepuasan kerja perilaku turnover intention guru dan komitmen guru pada SMA Swasta Se Kabupaten Manggarai. Selain itu juga penelitian ini membahas tentang keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah berbasis moral kepuasan kerja guru dan komitmen organisasi terhadap turnover intention guru. Selanjutnya penelitian ini juga membahas berkaitan dengan pengaruh mediasi komitmen guru dalam hubungan antara variabel eksogen dan variabel endogen dalam penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan ex post facto dan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian ditentukan dengan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 197 orang. Adapun metode analisis yang digunakan adalah Sturctural Equation Model melalui SmartPLS3. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan kepemimpinan kepala sekolah berbasis moral kepuasan kerja guru komitmen guru dan turnover intention guru pada SMA Swasta Kabupaten Manggarai dikategorikan tinggi. Selain itu juga kepemimpinan kepala sekolah berbasis moral dan kepuasan kerja guru berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat turnover intention guru. Sedangkan komitmen guru tidak memberikan pengaruh terhadap tingkat turnover intention guru. Sementara itu pengaruh mediasi komitmen guru dalam hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah berbasis moral dan kepuasan kerja terhadap turnover intention guru tidak menunjukan hubungan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain yang dapat memediasi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yang tidak diuji dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan adalah kepemimpinan kepala sekolah berbasis moral sudah diterapkan dengan baik untuk itu dimensi-dimensi dari kepemimpinan berbasis moral seperti kompetensi konsistensi otentik terbuka menghargai bawahan berpedoman pada prinsip kemanuasian harus ditingkatkan agar keinginan guru untuk membangun komitmen guru dalam sebuah organisasi dapat terwujud yang pada gilirannya memengaruhi keputusan guru untuk bertahan dalam sebuah organisasi. Selain itu juga sekolah harus memberikan perhatian yang serius pada aspek-aspek yang menunjang tingkat kepuasan kerja mengingat faktor tersebut memberikan pengaruh bagi peningkatan komitmen guru dan kecenderungan turnover intention guru. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk membuat kajian yang lebih mendalam berkaitan dengan kepemimpinan berbasis moral mengingat bahwa seorang kepala sekolah memimpin sebuah komunitas moral. Selain itu peneliti selanjutnya bisa mencari faktor lain yang dapat memediasi hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dan kepuasan kerja guru terhadap turnover intention guru. Hal ini penting mengingat turnover intention guru memberikan pengaruh terhadap proses pengajaran guru di sekolah.