Skripsi
Pengembangan bahan ajar booklet berbasis dokumen pada materi sejarah lokal jombang masa kolonial untuk peserta didik kelas xi di sma negeri mojoagung / SAKAFITRI RIMASARI
Abstrak
Bahan ajar memiliki peran penting sebagai salah satu perangkat pembelajaran yang membantu guru dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar yang baik hendaknya disusun secara sistematis efektif dan komprehensif. Oleh karena itu sudah semestinya dilakukan pengembangan dan penyesuaian bahan ajar agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Kebutuhan untuk pengembangan bahan ajar tersebut didasari dari hasil analisis potensi dan permasalahan yang ditemukan baik secara umum maupun secara khusus di SMA Negeri Mojoagung. Berbagai potensi tersebut di antaranya adalah telah diterapkannya Kurikulum Merdeka khususnya di SMA Negeri Mojoagung yang memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan materi. Selain itu juga terdapat potensi berupa keberadaan peninggalan era kolonial yang masih ada dan masih berfungsi hingga kini. Salah satunya adalah Rumah Sakit Kristen Mojowarno yang berpotensi untuk dijadikan sebagai konten materi tentang dampak kolonialisme yang dapat dipelajari dengan keberadaan peninggalan tersebut. Seiring dengan potensi tersebut berdasarkan hasil angket analisis kebutuhan serta wawancara dengan guru mata pelajaran sejarah ditemukan permasalahan dalam kegiatan pembelajaran seperti penggunaan bahan ajar yang kurang variatif serta minat baca peserta didik yang cukup rendah. Penelitian ini didukung dengan beberapa kajian terdahulu berkenaan tentang penggunaan booklet yang cukup efektif sebagai bahan ajar serta menjawab berbagai potensi dan permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian dan pengembangan bahan ajar booklet berbasis dokumen pada materi sejarah lokal Jombang masa kolonial untuk kelas 11 di SMA Negeri Mojoagung. Produk bahan ajar booklet dikembangkan melalui 10 tahapan dalam penelitian dan pengembangan oleh Sugiyonno yang dianggap sesuai untuk penelitian ini. Di antaranya tahap tersebut adalah (1) potensi dan masalah (2) pengumpulan data (3) desain produk (4) validasi desain (5) revisi desain (6) uji coba produk (7) revisi produk (8) uji coba pemakaian (9) revisi produk dan (10) produksi massal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa produk bahan ajar booklet mendapatkan hasil validasi materi sebesar 86% dan validasi bahan ajar 87 69%. Produk yang telah dilakukan validasi kemudian diuji coba terhadap kelompok kecil dengan 6 peserta didik dan kelompok besar dengan 21 peserta didik. Berdasarkan hasil uji coba tersebut diperoleh hasil rata-rata pretest pada kelompok kecil adalah 52 dan masih berada dibawah nilai standar minimum. Sedangkan pada postest terdapat perubahan dengan rata-rata mendapatkan skor 77. Kemudian pada uji coba x kelompok besar hasil pretest adalah 74 dan hasil postest sebesar 80. Adanya perbedaan nilai pretest dan postest baik pada kelompok kecil dan besar serta diperkuat dengan jawaban HATs (History Assessment Test) oleh peserta didik menunjukkan bahwa produk bahan ajar yang dikembagkan efektif dalam proses pembelajaran khususnya untuk melatih kemampuan berpikir historis peserta didik. Tidak hanya efektif berdasarkan hasil angket kelayakan oleh peserta didik yang mendapatkan nilai sebesar 87% pada kelompok kecil dan 84% pada kelompok besar menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan juga layak digunakan dalam proses pembelajaran sejarah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa dokumen sebagai sumber sejarah dapat dimanfaatkan dalam pengembangan suatu bahan ajar. Pengembangan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan didukung oleh potensi yang ditemukan sebagai wadah untuk mengatasi permasalahan serta mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk bahan ajar booklet serta menguji efektivitasnya dalam proses pembelajaran sejarah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar booklet berbasis dokumen dalam materi sejarah lokal Jombang masa kolonial termasuk dalam kategori valid layak dan efektif untuk digunakan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran sejarah.