Tesis
Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis pesantren dalam upaya membentuk emotional intelligence peserta didik (studi multi situs pada SMP An-Nur Bululawang dan SMP Unggulan Al-Yasini pasuruan) / Wildan Agus Wicaksono
Abstrak
Wicaksono Wildan Agus. 2024. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Pesantren dalam Upaya Membentuk Emotional Intelligence Peserta Didik (Studi Multi Situs Pada SMP An-Nur Bululawang dan SMP Unggulan Al-Yasini Pasuruan). Tesis Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Imron Arifin M.Pd. (2) Dr. Bambang Sumarsono S.Pd. M.Pd. Kata Kunci Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Pesantren Emotional Intelligence Era society 5.0 menciptakan iklim baru di dalam dunia pendidikan. Salah satu tandanya adalah jika pada era sebelumnya terdapat era kelangkaan informasi tetapi pada era society 5.0 berlaku sebaliknya yaitu era banjir informasi. Artinya aspek kognitif atau pengetahuan yang pada awalnya menjadi domain yang diukur secara kuantitas tetapi pada era society 5.0 perlu diukur juga secara kualitas. Dengan kata lain pendidikan berperan mengukur keberhasilan pembelajaran tidak hanya dengan seberapa banyak pengetahuan yang didapatkan oleh peserta didik melainkan seberapa bermakna dan bermanfaat pengetahuan tersebut. Berkaca pada fenomena tersebut dan upaya solutif agar tetap mampu beradaptasi secara positif adalah melalui salah satu komponen penting dari pendidikan yang berpotensi menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dan tantangan zaman yaitu kurikulum dan pembelajaran. Kurikulum dan pembelajaran yang berkembang secara ideal tidak hanya memperhatikan aspek kognitif saja melainkan juga memperhatikan faktor berkembangnya potensi peserta didik baik perkembangan psikis dan fisik sosial maupun emosional. Di era society 5.0 dalam konteks pengambilan peran pada perubahan di berbagai bidang yang dinamis paling tidak ada salah satu penguasaan kompetensi dari beberapa kompetensi penting yang harus diberikan oleh pendidikan khususnya melalui kurikulum dan pembelajaran yaitu emotional intelligence. Emotional intelligence merupakan sebuah keterampilan atau kemampuan dalam mengendalikan dan mengolah perasaan diri sendiri serta orang lain dengan menjadikan kemampuan mengolah perasaan tersebut sebagai landasan dalam berperilaku dan bertindak. Wujud upaya dalam membentuk emotional intelligence pada ruang lingkup implementasi pendidikan adalah melalui pembelajaran berbasis nilai yang salah satunya ada pada kurikulum dan pembelajaran berbasis pesantren. Pondok pesantren saat ini lebih dinamis adaptif dan responsif dengan memadukan tradisi pembelajaran kitab salaf dan pengembangan kurikulum modern melalui madrasah atau sekolah formal lainnya. Hal tersebut tidak lain adalah sebagai bukti kontribusi pondok pesantren dalam menghasilkan output yang mampu beradaptasi dalam setiap perubahan peradaban melalui kecerdasan intelektual spiritual maupun emosional yang tercermin dalam lakunya. Dari beberapa paparan sebelumnya pendidikan pesantren khususnya pada kurikulum dan pembelajarannya memiliki daya tarik untuk dilakukan penelitian yang berkaitan dengan upaya melalui manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis pesantren dalam membentuk emotional intelligence peserta didik. Sejalan dengan poin tersebut tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana emotional intelligence peserta didik dapat terbentuk melalui kurikulum dan pembelajaran berbasis pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang dikembangkan berdasarkan beberapa situs dan subjek penelitian menjadi studi multi situs. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah wakil kepala bidang kurikulum guru mata pelajaran bimbingan dan konseling serta peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan studi observasi wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dimulai dengan pengumpulan data kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan sebagai proses yang terakhir melalui analisis lintas situs. Selain itu pada aspek keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMP An-Nur Bululawang dan SMP Unggulan Al-Yasini Pasuruan sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren berupaya membentuk emotional intelligence peserta didik melalui manajemen kurikulum dan pembelajaran sebagai berikut Kurikulum dan Pembelajaran dalam Upaya Membentuk Emotional Intelligence Peserta Didik menunjukkan bahwa indikator emotional intelligence terproyeksikan secara implisit melalui proses manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis pesantren yaitu diwujudkan melalui integrase antara Kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren. Adapun berkenaan dengan aspek perencanaan sekolah menjalankan aktivitas manajemen dan pembelajaran melalui 1) Analisis konteks 2) Perumusan visi misi dan tujuan sekolah 3) Penyusunan KOS (Kurikulum Operasional Sekolah) atau KOSP (Kurikulun Operasional Satuan Pendidikan) sebagai pedoman pelaksanaan kurikulum 4) Pemetaan kelas unggulan 5) Penyusunan rencana pembelajaran 6) Penyusunan rencana pembelajaran P5 dan 7) Pembiayaan. Pada aspek pengorganisasian terdapat beberapa komponen 1) Muatan kurikulum yang meliputi intrakurikuler Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 dan ekstrakurikuler 2) Beban belajar 3) Kriteria kenaikan kelas atau kriteria standar lulusan dan 4) Kalender pendidikan. Pada aspek pelaksanaan terdapat beberapa komponen 1) Pengembangan sumber daya guru 2) Pemetaan kelas sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik 3) Kegiatan pembiasaan di sekolah 4) Pembelajaran intrakurikuler kokurikuler dan ekstrakurikuler 5) Layanan bimbingan konseling. Pada aspek controlling atau evaluasi terdapat komponen 1) Evaluasi kurikulum dan 2) Evaluasi pembelajaran.