Skripsi
Analisis pemilihan antara bus dan kereta api tarif ekonomi rute malang – surabaya dengan menggunakan metode logit binomial selisih / Dendy Bimantara Syahputra
Abstrak
Banyaknya instansi dan industri sentral di Kota Malang dan Surabaya menyebabkan tingginya pergerakan di dua kota tersebut selain itu Kota Malang dan Kota Surabaya merupakan kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2022. Transportasi umum yang menghubungkan dua kota tersebut hanya Bus dan Kereta Api. Persaingan kedua moda sangat ketat sehingga menyebabkan perubahan atribut yang melekat pada kedua moda tersebut menjadi sensitif terutama pada atribut biaya waktu tempuh dan selisih waktu kedatangan antar armada. Ketiga atribut tersebut akan digunakan sebagai variabel penelitian dalam menganalisis pemilihan moda bus dan kereta api di kedua kota tersebut dimana metode yang digunakan adalah Logit Binomial Selisih. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan karakteristik penumpang moda transportasi bus bertarif ekonomi dan kereta api bertarif ekonomi dengan rute Malang ndash Surabaya. (2) memodelkan pemilihan moda transportasi antara bus ekonomi dan kereta api ekonomi dengan rute Malang ndash Surabaya dengan menggunakan metode logit binomial selisih. Rancangan penelitian ini diawali dengan studi pendahuluan dan identifikasi masalah yang dilanjutkan dengan merancang kuesioner menggunakan desain Stated Preference kemudian pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Data yang dikumpulkan berupa karakteristik penumpang dan pilihan penumpang di setiap skenario. Analisis data dilakukan dengan program bantu Microsoft Excel 2019 dan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik moda bus didominasi oleh laki-laki (54%) usia 15-25 tahun (53%) pendidikan S1 (54%) karyawan swasta (38%) jumlah keluarga 2 orang (39%) memiliki motor (51%) jumlah kendaraan 2 unit (68%) bertujuan ke tempat kerja (42%) bermaksud untuk bekerja (45%) pendapatan di bawah Rp.3.200.000 (47%) dan alasan waktu tempuh (35%). Moda kereta api didominasi oleh perempuan (58%) usia 15-25 tahun (66%) pendidikan S1 (45%) pelajar/mahasiswa (52%) jumlah keluarga 2 orang (42%) memiliki motor (58%) jumlah kendaraan 2 unit (66%) bertujuan ke tempat kerja (31%) bermaksud untuk bekerja (32%) pendapatan di bawah Rp.3.200.000 (64%) dan alasan waktu tempuh (38%) (2) model pemilihan moda untuk bus dan kereta api adalah Ubus-Uka 0 2497 - 0 0000839( Delta X1) - 0 00714( Delta X2) -0 00196( Delta X3) dengan nilai R2 0 973. Didapatkan probabilitas bus sebesar 45% dan kereta api 55% dengan berdasarkan atribut nyata.