Skripsi
Perbedaan motivasi dan hasil belajar pemrograman dasar menggunakan model problem posing berbantuan media interaktif dibandingkan dengan model means ends analysis berbantuan media interaktif pada siswa kelas x tkj di smk negeri 1 bandung / Zakiyah Amalina
Abstrak
Penyusunan strategi pembelajaran di SMK perlu dirumuskan dengan mempertimbangkan beberapa komponen satu diantaranya yakni pertimbangan dalam memilih model pembelajaran yang tepat untuk menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Dalam konteks ini guru memegang peranan dalam proses pemilihan model pembelajaran maupun media pembelajaran. Peneliti melakukan penelitian terhadap siswa kelas X SMK N 1 Bandung pada mata pelajaran pemrograman dasar dengan melibatkan dua kelas eksperimen yakni kelas X TKJ 2 serta kelas X TKJ 3. Kelas X TKJ 2 mengimplementasikan model Problem Posing berbantuan media interaktif sedangkan kelas X TKJ 3 menggunakan model Means Ends Analysis berbantuan media interaktif. Desain yang diimplementasikan pada penelitian ini ialah quasi experimental design dengan pre-test post-test control group design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi dan hasil belajar dari siswa kelas X TKJ di SMKN 1 Bandung pada pembelajaran yang menerapkan model Problem Posing berbantuan media interaktif dan model Means Ends Analysis berbantuan media interaktif. Berdasarkan deskripsi data nilai siswa menggunakan pre-test menunjukkan kedua kelas yang dijadikan subjek penelitian memiliki kategori motivasi awal dan kemampuan awal yang sama. Motivasi belajar setelah perlakuan model Problem Posing yang diperoleh kelas X TKJ 2 dikategorikan sangat tinggi dengan rerata sebesar 109 38. Hasil belajar seusai perlakuan model Problem Posing yang diperoleh kelas X TKJ 2 dikategorikan sangat tinggi dengan rerata sebesar 77 88. Hasil belajar seusai perlakuan model Means Ends Analysis yang diperoleh kelas X TKJ 3 dikategorikan tinggi dengan rerata sebesar 105 32. Hasil belajar seusai perlakuan model pembelajaran Means Ends Analysis yang diperoleh kelas X TKJ 3 dikategorikan tinggi dengan rata-rata sebesar 72 24. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi motivasi belajar pada kedua kelas yang diberikan perlakuan adalah sebesar 0 025 dan pengetahuan hasil belajar pemrograman dasar memperoleh nilai signifikansi sebesar 0 023. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran pemrograman dasar menggunakan model Problem Posing berbantuan media interaktif dibandingkan dengan model Means Ends Analysis berbantuan media interaktif di kelas X TKJ SMK Negeri 1 Bandung.