Skripsi
Pengembangan media pembelajaran komik digital “gejensu” berbasis fliphtml5 pada materi gerilya jenderal sudirman di pacitan untuk siswa kelas xi sman 1 pacitan / WIDYA HAFIDH ASY\'ARY
Abstrak
Media pembelajaran di sekolah memerlukan inovasi dalam bidang IPTEK untuk bisa memberikan kemudahan dan kesempatan yang luas bagi guru dan siswa dalam belajar. Penggunaan media pembelajaran berbasis IPTEK di sekolah memberikan peluang dan memperluas interaksi antara guru dan siswa tanpa batasan ruang dan waktu. Penelitian ini dilakukan di kelas XI SMA Negeri 1 Pacitan. Berdasarkan analisis potensi dan masalah yang ada dapat dijabarkan sebagai berikut potensi yang ada yakni akses internet yang baik dengan adanya WiFi siswa boleh membawa gadget berupa laptop ataupun smartphone dan adanya monumen Jenderal Sudirman di Desa Wonokarto dan Desa Pakisbaru. Sedangkan masalah yang ada yakni kurangnya minat siswa pada mata pelajaran sejarah kurangnya optimalisasi dan digitalisasi media pembelajaran sejarah dan kurangnya pengetahuan siswa pada sejarah lokal di Pacitan. Metode penelitian menggunakan metode Research and Development (R amp D) dengan model Sugiyono (analisis potensi dan masalah pengumpulan data desain produk validasi desain revisi desain uji coba awal revisi produk uji coba pemakaian revisi produk dan produksi massal) yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan peneliti berupa perubahan pada produksi massal menjadi produk akhir. Pengembangan produk melewati tiga tahap validasi yakni validasi materi validasi media dan validasi guru. Subjek uji coba penelitian yakni kelas XI SMAN 1 Pacitan dengan 3 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 30 siswa untuk uji coba kelompok besar. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu observasi wawancara dan angket. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah media pembelajaran komik digital GEJENSU berbasis Fliphtml5 dengan materi gerilya Jenderal Sudirman di Pacitan. Skor hasil validasi media 87% (sangat valid) dari validator materi 79% (valid) dari validator media dan 86% (sangat valid) dari guru sejarah. Hasil uji kepraktisan kelompok kecil 89% (sangat praktis) dan kelompok besar 86% (sangat praktis). Berdasarkan hasil uji validitas dan kepraktisan tersebut dapat disimpulkan produk yang dikembangkan valid dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran sejarah.