Skripsi
Perbedaan hasil pembelajaran komputer dasar dengan tutor sebaya dan tutor konvensional di pkbm mentari / Regita Aracelly Prasetyo
Abstrak
Pembelajaran komputer dasar di PKBM Mentari seringkali terkendala karena tutor pengajar waktu dan juga warga belajar. PKBM Mentari perlu mengupayakan keberlangsungan pembelajaran komputer dasar dengan cara yang tidak monoton mengaktifkan warga belajar dan tidak menuntut tutor untuk mengajari warga belajar satu persatu. Salah satu upaya yang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan ini yaitu pembelajaran oleh tutor sebaya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil pembelajaran komputer dasar dengan tutor sebaya dan tutor konvensional pada program kesetaraan Paket C di PKBM Mentari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Rancangan dari penelitian ini diawali dengan penentuan kelas yang menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Selain itu penelitian ini juga melibatkan 1 tutor konvensional yang merupakan tutor asli dari PKBM Mentari dan 1 tutor sebaya diambil dari warga belajar yang mendapatkan nilai tertinggi pada nilai pretest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kelompok eksperimen maupun kontrol hanya terdapat satu data yang memenuhi syarat uji normalitas yakni nilai Post-test kelas kontrol (tutor konvensional) sebesar 0.083 gt 0 05. Akan tetapi hasil pada uji homogenitas diketahui bahwa nilai Sig. 0 080 pada data memenuhi syarat uji homogenitas yakni gt 0 05. Berdasarkan hasil tersebut pengujian hipotesis dilakukan dengan uji non-parametrik yakni uji Mann Whitney. Hasil eksperimen menunjukkan nilai Asymp.Sig (2-tailed) 0 015 lt 0 05 sehingga H0 dalam penelitian ini ditolak. Dengan begitu maka hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil pembelajaran komputer yang menggunakan tutor sebaya dibandingkan tutor konvensional di PKBM Mentari. Selain itu berdasarkan pengamatan dan observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung peneliti menemukan data pendukung bahwa warga belajar cenderung merasa lebih nyaman dan tidak sungkan dalam bertanya ketika bersama teman sebayanya.