Skripsi
Pengembangan buku cerita bergambar tembang dolanan anak berbasis kode qr untuk menstimulasi kemampuan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun / LAILY WAHIDA ROMADHONA
Abstrak
Era digital membawa perubahan pada gaya interaksi sosial anak yang berbasis gadget sehingga kemampuan bahasa reseptif anak menjadi terbatas. Anak paham akan kata kalimat maupun aturan apabila memiliki kemampuan bahasa reseptif yang kuat. Seringkali tanpa pengawasan orang tua anak memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan konten secara bebas termasuk konten yang tidak ditujukan untuk anak. Memudarnya budaya di era digital menjadi salah satu permasalahan kurangnya pengetahuan tentang budaya berdampak buruk pada hilangnya budaya lokal dan tidak lagi relevan bagi generasi baru. Hasil analisis kebutuhan mendapatkan fakta lapangan di tiga lembaga TK Kabupaten Malang bahwa beberapa anak usia 5-6 tahun belum mampu untuk menyimak dan menyampaikan informasi pada teman maupun guru. Selain itu beberapa anak cenderung menyanyikan lagu yang tidak sesuai dengan usianya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sumber belajar berbasis kode QR (Quick Response) dalam bentuk buku cerita dengan visual ilustrasi yang menonjolkan budaya lokal tembang dolanan yang efektif menarik dan efisien sehingga layak digunakan untuk menstimulasi kemampuan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun. Buku cerita bergambar dengan pendekatan budaya lokal tembang dolanan merupakan buku cerita dengan keterpaduan ilustrasi cerita yang berisi cerita tembang dolanan lirik dan lagu tembang dolanan dan kuis cerita dengan berbantuan kode QR atau Quick Response Code. Tembang dolanan Gundul Pacul Suwe Ora Jamu dan Kidang Talun merupakan tembang dolanan yang disajikan dalam cerita pada buku dengan tokoh karakter utama Raka dan Nimas yang akan mengajak pembaca untuk berpetualang di Desa Waru. Untuk membantu tahapan penelitian metodologi penelitian RnD dari Borg amp Gall dibagi menjadi tujuh langkah. Validator media dan validator materi terlibat dalam penilaian produk. Dua tahap uji coba dilakukan dengan 15 anak berpartisipasi dalam uji coba kelompok kecil dan 45 anak berpartisipasi dalam uji coba kelompok besar. Tiga teknik dalam mengumpulkan data adalah observasi angket dan wawancara. Lembar observasi dan angket digunakan untuk instrumen penelitian. Produk yang dikembangkan memenuhi syarat efektif efisien dan menarik maka buku cerita bergambar tembang dolanan anak yang dilengkapi dengan kode QR menjadi sumber belajar yang layak untuk menstimulasi kemampuan bahasa reseptif anak usia 5 hingga 6 tahun. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi mendapatkan hasil persentase yaitu 95 31% dan ahli media memeroleh persentase sebesar 96 25%. Hasil uji coba kelompok anak mendapatkan hasil akumulasi dengan persentase sebesar 93 80%. Anak dapat menyimak memahami isi narasi cerita maupun pesan moral tiap tembang dolanan melalui kuis cerita mengulang kalimat kompleks memahami aturan dan menghargai cerita yang disampaikan berdasarkan temuan uji coba produk yang dilakukan pada kelompok anak. Pemanfaatan buku cerita bergambar tembang dolanan anak berbasis kode QR yang telah dikembangkan dapat disebarkan pada khalayak luas dan diharapkan dimanfaatkan sebagaimana fungsinya. Untuk penelitian selanjutnya dapat dikembangkan dengan pendekatan budaya lokal yang lain keterbaharuan teknologi dan tidak hanya terfokus pada kemampuan bahasa reseptif.