Skripsi
Peningkatan kemampuan menulis kalimat majemuk dengan media kartu kalimat tunggal dan kartu konjungsi pada siswa kelas ix smp negeri 2 pamekasan / Fajrin Adelia Putri
Abstrak
RINGKASAN Putri Fajrin Adelia. 2024. Peningkatan Kemampuan Menulis Kalimat Majemuk Dengan Media Kartu Kalimat Tunggal dan Kartu Konjungsi Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Pamekasan. Skripsi Departemen Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Dawud M.Pd. Kata Kunci Kalimat tunggal Majemuk Setara Majemuk Bertingkat Majemuk Campuran Konjungsi Media Kartu. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Kalimat majemuk setara bertingkat dan campuran karya siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pamekasan merupakan sumber data penelitian ini. Analisis data penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Data divalidasi dengan berdiskusi dengan dosen pengampu mata kuliah dosen pembimbing dan teman sejawat. Berdasarkan temuan penelitian yang sesuai dengan tujuan diperoleh tiga simpulan tentang peningkatan kemampuan menulis (1) kalimat majemuk setara (2) kalimat majemuk bertingkat dan (3) kalimat majemuk campuran. Ketiga simpulan tersebut dipaparkan berikut ini. Pertama peningkatan kemampuan menulis kalimat majemuk setara dilakukan dengan menuliskan dua kalimat majemuk setara beserta pola yang benar. Pada siklus pertama hanya satu kelompok yang berhasil menulis kalimat majemuk setara. Pada siklus kedua kemampuan menulis kalimat majemuk setara mengalami peningkatan kini terdapat dua kelompok yang dapat menuliskan dua kalimat majemuk setara dengan pola yang benar. Pada siklus ketiga kemampuan menulis kalimat majemuk mengalami peningkatan yang cukup baik. Dalam siklus ini terdapat lima kelompok yang dapat menuliskan dua kalimat majemuk setara dengan pola yang benar. Peningkatan kemampuan menulis kalimat majemuk setara pada siklus I siklus II dan siklus III sekitar 68% (peningkatan secara terus menerus). Kedua peningkatan kemampuan menulis kalimat majemuk bertingkat dilakukan dengan menuliskan dua kalimat majemuk bertingkat beserta analisis pola yang benar. Pada siklus pertama terdapat satu kelompok yang dapat menuliskan dua kalimat majemuk bertingkat beserta pola yang benar. Pada siklus kedua terdapat peningkatan yang signifikan. Pada siklus pertama hanya terdapat satu kelompok tetapi pada siklus kedua terdapat tiga kelompok yang berhasil menuliskan dua kalimat majemuk bertingkat beserta pola yang benar. Pada siklus ketiga kelompok yang berhasil menulis kalimat majemuk bertingkat dengan pola yang benar terdapat lima kelompok. Peningkatan kemampuan menulis kalimat majemuk bertingkat pada siklus I siklus II dan siklus III sekitar 68% (peningkatan secara terus menerus). Ketiga peningkatan kemampuan menulis kalimat majemuk campuran pada setiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus pertama belum ada kelompok yang berhasil menuliskan dua kalimat majemuk campuran dengan pola yang benar. Pada siklus dua terdapat satu kelompok yang dapat menuliskan dua kalimat majemuk campuran dengan pola yang benar. Pada siklus ketiga terdapat empat kelompok yang dapat menuliskan dua kalimat majemuk campuran dengan pola yang benar. . Peningkatan kemampuan menulis kalimat majemuk campuran pada siklus I siklus II dan siklus III sekitar 34% (peningkatan secara terus menerus). Hasil peningkatan setiap siklus yang dilakukan mengalami kemajuan. Siklus I dan II menunjukkan peningkatan aktivitas sebesar 9%. Peningkatan kerja sama pada siklus I dan II sebesar 13%. Hasil dari lembar kerja peserta didik yang telah dilaksanakan pada siklus I dan II mengalami peningkatan sebesar 21. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan II mengalami peningkatan sebesar 20. Sementara itu siklus II dan III menunjukkan peningkatan aktivitas sebesar 18%. Peningkatan kerjasama pada siklus II dan III sebesar 30%. Hasil dari lember kerja peserta didik yang telah dilaksanakan pada siklus II dan III mengalami peningkatan 17. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II dan III sebesar 18. Teknik belajar yang digunakan oleh peneliti dapat menarik minat siswa untuk belajar. Penelitian ini dibutuhkan pendekatan dan strategi yang bervariasi dan inovatif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat majemuk. Selain itu guru harus meningkatkan model pembelajaran yang kreatif agar kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan secara signifikan.