Disertasi
Pengembangan buku ajar biologi umum berdasarkan identifikasi miskonsepsi mahasiswa menggunakan four tier multiple choice diagnostic test bermuatan high order thinking skills berbasis digital / Mariana Ade Cahaya
Abstrak
Miskonsepsi adalah suatu konsep keilmuan yang memiliki makna tidak sesuai dengan penjelasan secara ilmiah. Salah satu cara mendeteksi miskonsepsi yang terdapat pada mahasiswa adalah dengan menggunakan Four Tier Multiple Choice Diagnostic Test (4TMc) dengan menggunakan soal bermuatan High Order Thinking Skills (HOTs). Aplikasi Biology Diagnostic Test yang dikembangkan dijalankan pada handphone Android agar mahasiswa dapat mengakses dan mendeteksi miskonsepsi yang dialaminya dengan mudah. Hasil identifikasi miskonsepsi dijadikan dasar dalam sebuah buku ajar untuk mengurangi miskonsepsi yang terjadi pada Mata Kuliah Biologi Umum. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Analyze Design Develop Implement dan Evaluate (ADDIE). Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest only design yaitu perlakuan pada satu kelompok eksperimen dengan menerapkan pretest dan posttest. Sampel penelitian ini mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Biologi Umum di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Kota Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen validasi soal miskonsepsi bermuatan HOTs oleh ahli evaluasi validasi media untuk aplikasi Biology Diagnostic Test ahli materi dan ahli praktisi pendidikan untuk Buku Ajar Biologi Umum serta lembar validasi perangkat pembelajaran seperti SAP RPS dan LKM dan lembar respons mahasiswa. Tahap selanjutnya dilakukan pengukuran efektivitas buku ajar dengan menggunakan uji paired t test dari nilai pretest-posttest serta pengukuran kepraktisan buku ajar dengan menggunakan angket respons mahasiswa. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa buku ajar yang dikembangkan adalah valid dan layak digunakan dengan persentase 100% oleh ahli materi dan persentase sebesar 95% oleh ahli praktisi pendidikan. Validitas perangkat pembelajaran pada SAP sebesar 98 57% RPS sebesar 100% LKM sebesar 98 3% dan soal pretest dan posttest sebesar 98%. Hasil uji efektivitas buku ajar menunjukkan bahwa buku ajar sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji paired t test yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pretest dan posttest yang diperoleh mahasiswa (p value lt 0.05).