Skripsi
Kandungan fitokimia ekstrak daun keji beling (strobilanthes crispus) dalam pelarut etanol-air dan aktivitas antioksidan serta toksisitasnya terhadap larva artemia salina / Wahyunita Miftakhul Jannah
Abstrak
Daun keji beling yang diekstrak dengan etanol telah dilaporkan mengandung senyawa metabolit sekunder memiliki aktivitas antioksidan dan toksisitas. Penelitian mengenai daun keji beling yang diekstrak dengan menggunakan pelarut etanol-air belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serta kadar senyawa metabolit sekunder aktivitas antioksidan serta toksisitas daun keji beling dalam pelarut etanol air dan campuran etanol-air dengan variasi perbandingan 1 2 1 1 dan 2 1. Untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dilakukan pengujian fitokimia secara kualitatif dengan menambahkan reagen ke dalam larutan ekstrak. Uji fitokimia kuantitatif dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer visible. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode tangkapan radikal dengan DPPH (2 2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Pengujian toksisitas menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun keji beling dalam pelarut etanol air serta campuran etanol-air mengandung senyawa golongan flavonoid saponin fenolik tanin dan terpenoid. Kadar flavonoid tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol 0 116 mgQE/g kadar fenolik tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol-air (1 1) 0 515 mgGAE/g serta kadar tanin tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol-air (2 1) 2 927 mgTAE/g. Aktivitas antioksidan daun keji beling tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol yaitu 316 605 ppm dengan kategori sangat lemah. Toksisitas daun keji beling tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol yaitu 952 721 ppm dengan kategori toksik.