Disertasi
Pengaruh terapi kognitif berbasis mindfulness terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa / Suhadianto
Abstrak
Prokrastinasi akademik telah terjadi pada 70% sampai dengan 80% mahasiswa di dunia tidak terkecuali pada mahasiswa Indonesia. Prokrastinasi akademik juga telah terbukti memiliki dampak yang serius dalam berbagai aspek kehidupan mahasiswa. Skor yang tinggi pada pikiran irasional tentang tugas dan skor yang rendah pada mindfulness dilaporkan memiliki korelasi yang kuat dengan prokrastinasi akademik oleh sebab itu perlu dikembangkan model intervensi yang mengkombinasikan antara pendekatan kognitif dan mindfulness untuk menurunkan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh langsung dan jangka panjang pemberian Terapi Kognitif Berbasis Mindfulness (TKBM) terhadap penurunan prokrastinasi akademik mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Randomized Pre-Test Post-Test Follow-Up (RPPF). Kelompok eksperimen diberikan intervensi TKBM selama empat minggu disertai follow up selama dua minggu setiap minggu ada dua sesi masing-masing berlangsung 90 menit. Sedangkan kelompok kontrol dimasukkan dalam daftar tunggu. Partisipan penelitian berjumlah 48 mahasiswa dengan skor prokrastinasi akademik dalam kategori sedang dan tinggi diseleksi dari 392 mahasiswa yang secara sukarela berpartisipasi. 48 partisipan yang terpilih dibagi secara random ke dalam kelompok eksperimen (n 24) dan kelompok kontrol (n 24) menggunakan random sederhana. Data penelitian dikumpulkan menggunakan Tuckman Procrastination Scale-TPS yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh peneliti (AVE 0 501 CR 0 89). Hasil analisis data menggunakan Multivariate Analysis of Covariance (MANCOVA) menunjukkan pemberian intervensi TKBM selama empat minggu disertai dengan tinjak lanjut selama dua minggu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa dengan efektivitas yang besar [F(2 38) 26 039 p lt 0 01 2 0 580 ge 0 14]. Pengukuran langsung setelah intervensi (jangka pendek) juga menujukkan pengaruh yang signifikan dengan efektivitas yang besar [F(1 39) 27 778 p lt 0 01 p2 0 416 ge 0 14] meskipun efektivitasnya tidak lebih tinggi dibanding dengan pengukuran setelah tindak lanjut [F(1 39) 46 467 p lt 0 01 p2 0 545 ge 0 14]. Artinya tindak lanjut yang dilakukan secara mandiri oleh partisipan penelitian dengan durasi yang lebih singkat terbukti memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap penurunan prokrastinasi akademik. Penelitian ini menawarkan strategi baru untuk menangani prokrastinasi akademik mahasiswa mengingat belum banyak penelitian yang menggunakan TKBM untuk menurunkan prokrastinasi akademik mahasiswa.