Skripsi
Keefektifan konseling kelompok behavioral teknik self management sebagai upaya mereduksi perilaku hedonisme pada siswa sma negeri 1 gondanglegi kabupaten malang / Vika Arwanda Ashari Saputri
Abstrak
Perilaku hedonisme merupakan perilaku yang dapat terjadi pada anak di usia remaja yang dipengaruhi oleh interaksi sosial terhadap suatu kelompok atau dalam lingkup teman sebaya guna memperoleh kesenangan dan kenikmatan hidup semata.Terdapat tiga aspek dalam perilaku hedonisme yaitu aspek kegiatan (activity) aspek minat (interest) dan aspekopini (opinion). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok behavioral teknik self management sebagai upaya mereduksi perilaku hedonisme pada siswa SMA Negeri 1 Gondanglegi Kabupaten Malang. Peneliti tertarik meneliti perilaku hedonismemenggunakan konseling kelompok behavioral teknik self management karena berdasarkan penelitian terdahulu dan need assesment yang telah dilakukan ditemukan bahwa perilaku hedonisme umumnya dipengaruhi oleh kontrol diri remaja yang lemah sehingga dapat direduksi menggunakan strategi dalam teknik self management berupa self monitoring stimulus control dan self reward. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimental one group pretest-posttest pretest dilakukan sebelum perlakuan diberikan dan posttest dilakukan setelah perlakuan atau diberikan. Desain penelitian ini hanya melibatkan satu kelompok saja yaitu kelompok eksperimen sehingga tidak membutuhkan kelompok kontrol. Pengumpulan data yang dilakukan meliputi pretest treatment dan posttest. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-4 SMAN 1 Gondanglegi sejumlah lima orang siswa yang terindikasi memiliki tingkat perilaku hedonisme tinggi untuk diberikan perlakuan berupa konseling kelompok behavioral teknik self management. Teknik analisis datayang digunakan untuk menguji hipotesis adalah adalah Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0 042 kurang dari nilai signifikansi 0 05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara variabel awal (pretest) dan variabel akhir (posttest). Berdasarkan hal tersebut maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut juga diperkuat dengan adanya perubahan perilaku negatif siswa kearah yang lebih positif dalam menyikapi perilaku hedonismenya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan yaitu ldquo Konseling kelompok behavioral teknik self management efektif untuk mereduksi perilaku hedonisme siswa SMA rdquo dapat diterima dan terbukti efektif. Saran untuk konselor sekolah yaitu lebih memperhatikan siswanya dalam bertingkah laku khususnya dalam berperilaku hedonisme supaya bisa segera diberikan intervensi. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu menggunakan desain penelitian yang memiliki kelompok kontrol supaya terdapat pembanding sehingga hasil yang diperoleh lebih kuat.