Skripsi
Pemberdayaan remaja melalui qosidah diba\' dalam membentuk karakter literasi budaya (studi kasus masjid al mujaahidiin malang) / Mochammad Nur Ilham Rosyid
Abstrak
Rosyid Moch.Nur Ilham . 2024. Pemberdayaan Remaja Melalui Qosidah Diba rsquo Dalam Membentuk Karakter Literasi Budaya. Skripsi Departemen Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr Sri Wahyuni M.Pd. (2) Dr Ahmad S.Pd M.Pd. Kata Kunci Pemberdayaan Remaja Qosidah Diba rsquo Karakter Literasi Budaya Berkembangnya globalisasi menjadikan remaja sebagai generasi yang mudah terpengaruh dengan kondisi perkembangan sekarang. Selain itu juga dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa terdapat hal penting yaitu masa remaja adalah masa yang sensitif. Karena pada saat remaja mengalami proses penyesuaian diri terhadap lingkungan proses mulai memperlihatkan dan mengenal berbagai norma pergaulan yang berbeda dengan norma yang berlaku. Masjid Al Mujaahidiin merupakan salah satu tempat ibadah yang didalamnya terdapat banyak kegiatan nonformal dan informal. Salah satu aktivitas remaja masjid yang dilaksanakan yaitu diba rsquo an atau pembacaan qosidah diba rsquo . Diba rsquo an atau qosidah diba rsquo merupakan salah satu tradisi kearifan lokal yang dalam pelaksanaanya dengan kesenian membaca dan melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh masyarakat agama islam. Pembacaan shalawat dilakukan bersama secara bergantian dan dibaca menggunakan lagu yang indah. Biasanya selain manual menggunakan iringan musik seperti terbang dan alat tradisional lainnya. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan shalawat ini remaja Masjid Al Mujaahidiin dapat mengkokohkan komitmen mereka untuk berpegang pada nilai dan ajaran Islam senantiasa ada di dalam koridor ajaran Rasulullah Saw meneladani karakter beliau belajar dari beliau dan menganjurkan orang lain agar bersikap seperti yang telah diajarkan Rasulullah Saw. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui proses pelaksanaan pemberdayaan remaja dengan kegiatan rutinan shalawat qosidah diba rsquo Masjid Al Mujaahidiin (2) Mengetahui manfaat kegiatan rutinan shalawat qosidah diba rsquo terhadap pembentukan karakter literasi budaya pada remaja. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu memiliki ciri khas alami sesuai kondisi objektif di lapangan tanpa adanya manipulasi. Sedangkan jenis penelitian ini adalah studi kasus menggunakan teknik pengumpulan data berupa metode observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis datanya mencangkup reduksi data penyajian data dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pelaksanaan pemberdayaan remaja Qosidah Diba rsquo melalui literasi budaya dilaksanakan dengan mengidentifikasi masalah perilaku remaja di sekitar Masjid Al Mujaahidin termasuk aktivitas yang terkesan meresahkan seperti bermain game online ngopi dan nongkrong larut malam. Faktor pengaruh media sosial juga menjadi penyebab utama perilaku tidak sesuai dengan standar yang diharapkan. Untuk mengatasi masalah ini perlu adanya solusi yang tepat. Salah satu langkah yang diusulkan adalah perencanaan kegiatan yang mempertimbangkan minat dan pendapat remaja. Melibatkan mereka dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan juga penting. Q osidah Diba dipilih sebagai sarana untuk memberdayakan remaja karena mengandung pesan-pesan keagamaan dan kebaikan yang dapat meningkatkan kesadaran spiritual. Melalui lirik-liriknya remaja dapat memperdalam pemahaman agama dan membangun karakter positif. K egiatan rutin shalawat Qosidah Diba telah menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan literasi agama di Masjid Al Mujaahidin. Ini juga dapat menjadi model untuk masjid lain dalam melestarikan kebudayaan Islam dan mengenalkan shalawat kepada remaja yang masih awam. (2) Manfaat kegiatan ini terlihat dari rangkaian kegiatan majelis interaksi sosial antar jama ah pembiasaan terhadap perilaku baik keteladanan tokoh agama dan pembacaan doa-doa yang membentuk karakter remaja. Analisis menunjukkan bahwa kegiatan rutinan shalawat Qosidah Diba memperkuat proses pembentukan karakter remaja sesuai dengan prinsip-prinsip pembentukan akhlak. Prinsip-prinsip tersebut meliputi interaksi antar sesama pembiasaan karakter dalam keseharian dan mendapatkan keberkahan dari doa. Keberadaan kegiatan rutinan shalawat Qosidah Diba di Masjid Al Mujaahidiin diharapkan dapat menjadi contoh dan pelopor bagi masjid-masjid lain dalam melestarikan kebudayaan Islam dan membentuk karakter yang baik pada remaja.