Skripsi
Manusia dengan naluri animalia: menguak agresivitas brutal pelaku pembunuhan ditilik dari ketidakseimbangan struktur mental (province of the mind) / Queen Kusuma Berliana
Abstrak
Aksi pembunuhan masih marak terjadi di Indonesia dengan berbagai macam motif cara hingga korban pembunuhan. Tujuan penelitian ini 1) mengeksplorasi peran ketidakseimbangan struktur mental pada pelaku pembunuhan 2) menyusun rancangan strategi pencegahan perilaku agresif untuk menekan angka kasus pembunuhan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan pada 5 informan dengan karakteristik 1) narapidana dewasa kasus pembunuhan 2) terlibat kasus pembunuhan maksimal 5 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ketidakseimbangan struktur mental pada narapidana kasus pembunuhan terjadi sejak masa perkembangan. Pada kasus pembunuhan berencana id yang tidak terkendali dan lemahnya superego membuat naluri animalia aktif dan termanifestasi pada aksi pembunuhan. Di sisi lain temuan menarik terdapat pada kasus pembunuhan tidak berencana adanya superego yang terlalu patuh kemudian memberikan justifikasi untuk menghukum orang yang tidak taat aturan salah satunya dengan membunuh 2) pengembangan model intervensi rehabilitasi pada narapidana kasus pembunuhan dilakukan dengan penyeimbangan struktur mental yakni prosedur regulasi emosi (id) pelatihan mindfulness (ego) serta internalisasi pemahaman moral (superego). Implikasi dalam penelitian ini 1) mendapatkan fundamental analisis perilaku pembunuhan menggunakan teori struktur mental 2) menghasilkan rekomendasi rehabilitasi pada pelaku pembunuhan secara praktis.