UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Uji antibakteri mikroalga chlorella vulgaris co–culture dengan bakteri potensial penambat nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan penghasil iaa (indole-3-acetic acid) / M. Herbert Hidayat

Hidayat, M. Herbert - Nama Orang;

Abstrak
Pada beberapa tahun terakhir sudah banyak orang yang menemukan berbagai potensi pemanfaatan mirkoalga seperti dari bidang pakan energi lingkungan dan obat-obatan. Mikroalga juga mempunyai keefektifitasan yang tinggi dalam menghasilkan berbagai jenis biomassa. Akan tetapi budidaya mikroalga saat ini masih terlalu rumit untuk orang awam dan juga hasil panen yang tidak terlalu tinggi. Salah satu jenis kultivasi yang dapat dilakukan ialah co-culture yang merupakan budidaya mikroalga yang dibudidayakan dengan berbagai jenis mikroba lain yang berpotensi meningkatkan dan mempercepat hasil panen dari mikroalga tanpa menurunkan kualitas biomassa. Pada penelitian akan dilakukan uji antibakteri pada hasil panen dari mikroalga Chlorella vulgaris yang telah dibudidayakan secara monoculture dan co-culture dengan 3 jenis bakteri potensial yaitu bakteri penambat N bakteri pelarut fosfat dan bakteri penghasil IAA. Tujuan dari penelitian ini ialah menentukan tingkat sifat antibakteri dari biomassa senyawa bioaktif dari Chlorella vurgaris yang telah dikultir dengan bakteri potensial terhadap bakteri Staphylococcus aureus (bakteri gram positif) dan Escherichia coli (bakteri gram negatif). Penelitian menggunakan rancangan analisis lengkap hasil dari uji antibakteri didapatkan bahwa pada semua perlakuan dengan konsentrasi 25% 50% dan 100% tidak ada yang menghasilkan zona bening atau zona hambat. Oleh karena itu dilakukan analisis deskriptif untuk menemukan faktor-faktor yang memungkinkan mempengaruhi hasil dari uji antibakteri dari penelitian ini. Faktor pertama ialah waktu pemanenan yang dilakukan pada awal fase stasioner. Pemanenan pada fase ini berkemungkinan menyebabkan sedikitnya senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh mikroalga. Waktu pemanenan yang efektif ialah pada pertengahan fase stasioner. Faktor kedua ialah jenis teknik maserasi berupa jenis pelarut dan juga variasi alat.


Informasi Detail
DDC
SKRIPSI DIGITAL
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Biologi, 2024.
Deskripsi Fisik
ix, 13 hlm. : ilus.
Bahasa
Indonesia
No Reg
3462/RS/24
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. MIKROALGA ( MIKROORGANISME ) - UJI ANTIBAKTERI
2. MICROALGAE (MICROORGANISMS) - ANTIBACTERIAL TEST

Pembimbing
1. Sitoresmi Prabaningtyas, S.si, M.si
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik