UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Tindak tutur dalam tradisi baantaran jujuran serah terima Suku Banjar di Kalimantan Selatan / Nabilla

Nabilla - Nama Orang;

Abstrak
Nabilla. 2024. Tindak Tutur dalam Tradisi Baantaran Jujuran Serah Terima Suku Banjar di Kalimantan Selatan. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Anang Santoso M.Pd. Pembimbing (2) Prof. Dr. Ah. Rofi uddin M.Pd. Kata Kunci tindak tutur makna budaya serah terima baantaran jujuran suku Banjar Kalimantan Selatan Penelitian ini mengkaji tindak tutur dalam tradisi baantaran jujuran serah terima suku Banjar di Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur ilokusi dalam tradisi baantaran jujuran serah terima suku Banjar di Kalimantan Selatan (2) fungsi tindak tutur dalam tradisi baantaran jujuran serah terima suku Banjar di Kalimantan Selatan dan (3) makna budaya tindak tutur dalam tradisi baantaran jujuran serah terima suku Banjar di Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian etnografi. Orientasi teoritis penelitian adalah pragmatik yang digunakan untuk membedah atau sebagai pisau bedahnya. Data penelitian adalah tuturan kata frasa atau kalimat yang di dalamnya menunjukkan tindak tutur berupa penggunaan dalam konteks tertentu saat proses acara baantaran jujuran yang merepresentasikan (1) bentuk tindak tutur (2) fungsi tindak tutur dan (3) makna budaya dalam tindak tutur. Berdasarkan paparan pada analisis data ditemukan bahwa hasil penelitian terdapat empat. Pertama bentuk tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam tradisi baantaran jujuran serah terima suku Banjar di Kalimantan Selatan yaitu (1) bentuk ilokusi deklarasi (2) bentuk ilokusi representatif (3) bentuk ilokusi ekspresif dan (4) bentuk ilokusi direktif. Kedua fungsi tindak tutur dalam tradisi baantaran jujuran serah terima suku Banjar di Kalimantan Selatan yang ditemukan yaitu (1) fungsi tindak tutur deklarasi untuk memutuskan (2) tindak tutur representatif berfungsi menyatakan memberitahukan menyebutkan dan menyarankan (3) tindak tutur ekspresif berfungsi berterima kasih memuji bahagia memberi selamat menyindir dan meminta maaf dan (4) tindak tutur direktif berfungsi mengajak meminta menyuruh dan menasihati. Fungsi tindak tutur yang ditemukan dalam tradisi baantaran jujuran lebih dominan menggunakan tuturan direktif untuk meminta. Ketiga makna budaya tindak tutur dalam tradisi baantaran jujuran serah terima suku Banjar di Kalimantan Selatan yaitu (1) menyatakan makna bahwa untuk mengikat hubungan kedua pasangan dan tetap langgeng hingga akhir hayat memisahkan (2) menyatakan makna bahwa seseorang yang memakan kelapa dengan gula merah akan segara menikah (3) menyatakan makna bahwa dapat terhindarkan dari segala mara bahaya dan memperoleh keberkahan (4) menyatakan makna bahwa al-quran sebagai pedoman petunjuk dan pegangan dalam berkehidupan bagi umat islam (5) menyatakan makna untuk mempelai perempuan menutup aurat (6) menyatakan makna harapan untuk mempelai perempuan akan selalu menjalankan perintah allah dan rajin beribadah (7) menyatakan makna bahwa mempelai perempuan diminta untuk mempercantik diri dan berhias di depan suami (8) menyatakan makna dengan hakikat hati supaya kedua mempelai selalu dilancarkan rezekinya dan berkah (9) menyatakan makna bahwa kedua mempelai semakin lama pernikahannya maka semakin harmonis dan tenteram (10) menyatakan makna bahwa akan diberikan keturunan dan dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat (11) menyatakan makna bahwa dalam hidup berumah tangga ada rasa manis masa-masa madu pahit masa empedu dan rasa hambar dapat dilalui bersama-sama (12) menyatakan makna sebagai bentuk terjalinnya silaturahmi antar keluarga mempelai (13) menyatakan makna pengharapan dalam kehidupan rumah tangga yang dibangun akan selalu berjalan mulus damai harmonis dan disukai masyarakat dan (14) menyatakan makna bahwa tidak akan merasakan kelaparan dan selalu mendapatkan rezeki yang tidak pernah habis.


Informasi Detail
DDC
Rt 499.2256 NAB t
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2024.
Deskripsi Fisik
xviii, 323 lembar : ilus. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00424/RT/24
Edisi
Tesis (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. BAHASA BUGIS - TINDAK TUTUR
2. SUKU BUGIS - TRADISI BAANTARAN
3. BUGIS LANGUAGE - SPEECH ACTS

Pembimbing
1. Prof. Dr. Anang Santoso, M.pd;2. Prof. Dr. Ah. Rofi'uddin, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik