Skripsi
Hubungan antara literasi teknologi dan critical thingking terhadap kesiapan kerja sebagai calon guru di era digital pada mahasiswa s1 pendidikan teknik elektro universitas negeri malang / Cakra Rahmaddi
Abstrak
Kualitas guru memberikan sumbangsih efek berantai yang mempengaruhi komponen pendidikan lainnya maka harapan atas kompetensi guru yang memenuhi standar pendidikan menjadi keharusan. Maka kesiapan calon guru menghadapi pola baru landscape dunia pendidikan harus dimulai dari sejak calon guru menimba ilmu di kampus pendidikan. Guru profesional harus siap dan adaptif menghadapi perubahan pendidikan walaupun sudah banyak guru yang sudah mengikuti pelatihan seminar teknologi digital namun masih banyak guru yang gagap dan kebingungan dengan perubahan teknologi digital sehingga tidak siap melakukan pembelajaran digital serta mentranformasikan kepada para siswa. Akan sangat penting calon guru harus memiliki bekal literasi teknologi serta critical thingking sebelum berdiri untuk mengajar di depan kelas. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji secara parsial sekaligus secara simultan hubungan literasi teknologi dan critical thingking terhadap kesiapan kerja sebagai calon guru pada mahasiswa teknik elektro. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiasi korelasional yang mempunyai tujuan guna menguji sejauh mana hubungan diantara variabel-variabel bebasnya dengan variabel terikatnya baik secara parsialnya maupun bersamaan. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 jurusan Pendidikan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang sudah dilakukan pengujian validitasnya serta reliabilitasnya. Untuk menjawab hipotesis data dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda setelah sebelumnya melewati uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menampilkan jika literasi teknologi berkontribusi positif yang signifikan terhadap kesiapan kerja demikian pula dengan keterampilan berpikir kritis yang juga memiliki kontribusi positif yang signifikan terhadap kesiapan kerja. Secara bersamaan literasi teknologi dan keterampilan berpikir kritis berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja. Secara parsial literasi teknologi menyumbang 17 5 persen sedangkan keterampilan berpikir kritis menyumbang 73 9 persen dalam membentuk kesiapan kerja.