Skripsi
Pengembangan bahan ajar e-modul tentang fujinkai pada masa pendudukan jepang untuk peserta didik kelas xi smk negeri 2 malang / Beatrix Puspa Grahani
Abstrak
Bahan ajar akan dibutuhkan oleh guru dan peserta didik sebagai salah satu opsi untuk mempelajari suatu materi pelajaran. Ketika melakukan pengembangan suatu bahan ajar untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kondisi di SMK Negeri 2 Malang misalnya memberikan kebebasan untuk menggunakan gawai selama di sekolah serta kebebasan untuk mengakses internet bagi peserta didik. Selaras dengan kondisi yang ada pengembangan bahan ajar berupa modul elektronik (e-modul) dilakukan di sekolah tersebut. Konten materi didalam e-modul adalah Fujinkai pada masa pendudukan Jepang yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik kelas XI yang berada pada fase F dalam Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 2 Malang. Pengembangan e-modul terkait Fujinkai pada masa pendudukan Jepang dikembangkan dengan metode sepuluh langkah model Sugiyono (2013). Langkah-langkah yang harus dilewati dalam metode tersebut yakni menganalisis potensi dan masalah mengumpulkan data melakukan desain produk validasi desain revisi desain uji coba produk revisi produk uji coba pemakaian revisi produk dan produksi massal. Pada tahap validasi dan uji coba merupakan tahap untuk mengetahui kelayakan produk e-modul. Validasi untuk mengetahui kelayakan dari ahli materi e-modul yang dikembangkan mendapatkan skor sebesar 47 yang kemudian dikonversikan menjadi persentase sebesar 94%. Validasi berikutnya adalah validasi dari ahli e-modul dengan skor 69 atau jika dikonversikan dalam bentuk persen menjadi 86%. Tahap selanjutnya adalah uji coba terhadap peserta didik di kelas XI AKC 1. Pada uji coba pertama diperoleh skor sebesar 510 yang dikonversikan menjadi 91%. Pasca uji coba pertama dilakukan uji coba kedua dengan skor yang didapatkan sebesar 1993 kemudian dikonversikan menjadi 89%. Persentase pada uji coba kedua menurun disebabkan oleh adanya peningkatan pemberian skor 3 (tiga) pada beberapa pernyataan dalam angket uji coba. Pemberian skor tersebut cukup berpengaruh karena pada uji coba pertama skor yang diberikan dalam angket didominasi oleh skor 4 (empat) dan 5 (lima). Berdasarkan persentase-persentase yang didapat baik dari ahli maupun dari peserta didik menandakan bahwa e-modul dapat digunakan sebagai opsi bahan ajar untuk pembelajaran sejarah di kelas XI AKC 1. E-modul yang dikembangkan melalui metode penelitian ini nantinya dapat digunakan oleh pengguna tanpa perlu diunduh. Pengguna disarankan untuk bisa mengakses internet agar dapat menggunakan e-modul. Pada pengembangan e-modul ini cakupan pengguna masih terbatas pada peserta didik kelas XI SMK saja. E-modul ini diharapkan dapat digunakan oleh peserta didik dan guru dalam cakupan yang lebih luas ketika produk ini dikembangkan lebih lanjut.