Disertasi
Kepemimpinan pembelajaran Kepala Sekolah dalam pengembangan budaya sekolah berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sasak (studi multi situs pada SMPN 2 Masbagik, SMPN 3 Selong, dan SMPN 3 Sikur Kabupaten Lombok Timur) / Karomi
Abstrak
Sekolah merupakan sistem sosial yang berperan sebagai pusat penghubung antara kebudayaan dan pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat untuk mengajarkan materi akademis tetapi juga sebagai pusat pelestarian budaya bangsa. Oleh karena itu menciptakan suasana yang kondusif di sekolah dan melibatkan semua komponen dalam proses menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa merupakan tugas kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan serta menemukan teori substantif tentang hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitian yaitu Pertama nilai-nilai kearifan lokal Sasak yang melandasi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah. Kedua dimensi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah berbasis kearifan lokal Sasak meliputi tiga dimensi yaitu (a) merumuskan visi misi dan tujuan (b) pengelolaan program pembelajaran (c) pengembangan iklim pembelajaran Ketiga bentuk-bentuk nilai kearifan lokal Sasak dalam pengembangan budaya sekolah. Keempat dampak kepemimpinan pembelajaran berbasis nilai kearifan lokal Sasak dalam pengembangan budaya sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengungkap data deskriptif tentang kepemimpinan pembelajaran dalam pengembangan budaya sekolah berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sasak dan dilakukan di masing-masing lokasi penelitian. Dengan rancangan studi multi situs penelitian ini dilakukan pada tiga sekolah pada SMPN 2 Masbagik SMPN 3 Selong dan SMPN 3 Sikur. Teknik pengumpulan data adalah dengan proses observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan dua tahap yaitu analisis data situs individu dengan model alir Miles Huberman And Saldana yaitu data condentation data display dan conclution drawing/verifying. Analisis data lintas situs sebagaimana direkomendasikan oleh Bogdan and Biklen. Keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas uji transferabilitas dan uji konfirmabilitas. Berdasarkan proses pengumpulan dan analisis data didapatkan hasil berikut ini pertama nilai-nilai kearifan lokal Sasak yang melandasi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dalam pengembangan budaya sekolah meliputi nilai adat game (nilai hubungan manusia dengan Tuhan yaitu nilai keagamaan pengembangan program di sekolah seperti seperti Imtaq yaitu ngaji membaca Al-Quran dan solat berjamaah mendukung perkembangan spiritual peserta didik nilai adat tapsile (hubungan manusia dengan manusia) yaitu Nilai kemanusiaan dan kebersamaan di sekolah seperti kerja sama empati toleransi dan penghormatan antarindividu dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif nilai adat luir game menekankan hubungan manusia dengan alam seperti menjaga kebersihan dan merawat lingkungan. Ini mencerminkan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam sebagai sumber kehidupan yang memberikan manfaat bagi manusia. Kedua dimensi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah meliputi rumusan visi misi dan tujuan sekolah pengelolaan program sekolah dan pengembangan iklim sekolah. Ketiga bentuk-bentuk nilai kearifan lokal Sasak dalam pengembangan budaya sekolah yaitu di landasi oleh nilai-nilai kearifan lokal Sasak yaitu budaya keagamaan budaya kemanusiaan dan budaya cinta lingkungan. Keempat dampak kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah melipti dampak internal dan eksternal dampak internal meliputi nilai kesholehan minat masuk hasil belajar dan Lingkungan sekolah yang bersih dan inklusif. Dampak ekternalnya adalah terjalinnya hubungan harmonis antara sekolah orang tua dan masyarakat dengan kolaborasi yang kuat dengan komunitas lokal dapat meningkatkan kepercayaan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta pelestarian budaya lokal. Saran penelitian ini berdasarkan paparan data temuan hasil penelitian pembahasan dan kesimpulan maka disarankan kepada pihak terkait sebagai berikut (1) Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian ini disarankan agar dapat menjadi panduan dalam pengambilan kebijakan di sektor pendidikan di daeah dengan memperkuat nilai-nilai kearifan lokal Sasak sebagai identitas budaya kerja yang kolaboratif dalam penyelenggaraan pendidikan dengan melibatkan masyarakat lokal dalam keseluruhan pelaksanaan pendidikan di daerah (2) Kepala Sekolah SMPN 2 Masbagik SMPN 3 Selong dan SMPN 3 Sikur dan guru sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan situasi dan kondisi sekolah hasil penelitian ini dapat dikembangkan menjadi model kepemimpinan sebagai upaya untuk mengembangkan kebijakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui dimensi kepemimpinan pembelajaran yaitu rumusan visi misi dan tujuan sekolah pengelolaan program pembelajaran dan pengembangan iklim pembelajaran yang berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal Sasak dalam mengembangkan budaya sekolah yang sesuai dengan konteks dan lingkungan sekolah (3) Pemimpin lembaga-lembaga pendidikan lain Hasil penelitian ini penting sebagai panduan dalam mengembangkan model kepemimpinan dalam pembelajaran (4) Peneliti selanjutnya sebaiknya peneliti selanjutnya dapat menjadikan penelitian sebagai refrensi untuk melakukan penelitian selanjutnya dengan pendekatan subyek lokasi dengan fokus yang berbeda.