Tugas Akhir
Rancang bangun chassis dan body baterai charger kendaraan listrik 220 kw dengan pendinginan udara / Leo Yohan Ananta
Abstrak
Perkembangan teknologi listrik pada bidang otomotif di Indonesia mulai mengalami transisi menjadi kendaraan yang ramah lingkungan. Menurut dari kesepakatan dari seluruh negara di dunia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060 untuk kedepannya. Dari hal ini Negara Indonesia melakukkan persiapan yaitu dengan menerbitkan peraturan preisden nomor 55 tahun 2019 yang membahas tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle atau BEV). Upaya yang telah dilakukkan oleh pemerintah yaitu dengan memfasilitasi infrastruktur pengisian baterai atau yang dikenal sebagai stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan pengaturan tentang tarif yang dikeluarkan untuk pengisian tenaga listrik KBL berbasis listrik. Menurut data terakhir infrastruktur pengisian baterai mobil listrik di kota malang per-bulan Juni 2023 sudah tersedia di 6 titik SPKLU yang tersebar di beberapa daerah untuk pengisian pada kendaraan listrik pada mobil. Dari pembahasaan yang di sajikan pada tinjauan ini SPKLU mampu menerima hingga 220 kW yang dapat menyalurkan daya listrik ke kendaraan listrik menggunakan Connector Gun AC maupun DC. Yang semuanya berdasarkan SAE J1772. Perkembangan teknologi kendaraan listrik menuntut inovasi dalam desain sistem pengisian daya yang efisien dan andal. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun chassis serta body untuk baterai charger kendaraan listrik dengan kapasitas 220 kW menggunakan sistem pendinginan udara. Fokus utama adalah menciptakan struktur yang kuat tahan terhadap tegangan listrik tinggi dan mampu membuang panas secara efektif melalui konveksi. Metodologi yang digunakan melibatkan analisis material simulasi termal dan uji fisik terhadap berbagai prototipe desain. Material yang dipilih untuk chassis dan body harus memiliki kekuatan mekanik tinggi serta konduktivitas termal yang baik. Sistem pendinginan udara dirancang untuk memaksimalkan aliran udara dan efisiensi pembuangan panas sehingga mencegah overheating dan menjaga performa optimal charger. Hasil pengujian menunjukkan bahwa desain yang diusulkan mampu memenuhi persyaratan kekuatan ketahanan terhadap tegangan listrik dan efisiensi pendinginan. Chassis dan body yang dirancang berhasil mempertahankan suhu operasi yang aman bahkan pada beban maksimal 220 kW. Implementasi sistem pendinginan udara juga terbukti efektif dalam mengurangi suhu internal tanpa memerlukan komponen pendingin aktif tambahan. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang andal dan efisien. Desain yang dihasilkan dapat menjadi acuan untuk pengembangan baterai charger dengan kapasitas lebih besar di masa depan mendukung transisi menuju kendaraan listrik yang lebih luas.