Skripsi
Analisis tipe keruntuhan balok baja canai dingin tersusun back to back dengan variasi panjang berbantu software metode elemen hingga / Ihya\' Ulumiddin
Abstrak
Variasi panjang bentang yang sering digunakan dalam penelitian balok baja canai dingin didasarkan pada panjang balok konstruksi pada umumnya. Namun belum ada penelitian yang menguji balok baja canai dingin dengan memperhitungkan variasi panjang seperti pada baja konvensional sebagai dasar penentuan tipe keruntuhan balok. Oleh karena itu digunakan batasan Lp dan Lr sesuai SNI 1729-2020 pada baja canai dingin sebagai pembanding tipe keruntuhan pada baja konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat tekan nilai lendutan dan tipe keruntuhan yang terjadi pada setiap variasi panjang. Pada penelitian ini digunakan balok baja canai dingin profil kanal C75.37.8.0 75 tersusun back to back. Terdapat empat variasi panjang yang digunakan yaitu 300 mm 500 mm 1100 mm dan 1300 mm. Pengujian lentur yang dilakukan menggunakan metode pembebanan empat titik dengan program bantu metode elemen hingga berupa ABAQUS. Pada penelitian ini kapasitas beban lentur saat elastis secara numerik memiliki nilai terbesar terjadi pada variasi panjang 300 mm dengan nilai 64 46 kN dan nilai terkecil terjadi pada variasi panjang 1300 mm dengan nilai 9 69 kN. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin panjang bentang balok maka kapasitas beban yang dapat ditahan balok akan semakin kecil. Untuk nilai lendutan maksimal arah vertikal saat elastis secara numerik nilai terkecil terjadi pada variasi panjang 300 mm dengan nilai 0 818 mm dan nilai terbesar pada variasi panjang 1300 mm dengan nilai 9 813 mm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin panjang bentang balok maka lendutan yang terjadi semakin besar Untuk tipe keruntuhan yang terjadi pada semua bentang merupakan keruntuhan lokal dengan meninjau deformasi pada penampang balok.