Skripsi
Analisis performa biolubricant minyak kedelai dengan aditif hybrid nanomaterial cuo/graphene sebagai coolant pada proses pemesinan cnc / Indra Bayu Setyawan
Abstrak
Seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia mengakibatkan setidaknya meningkatnya pembangunan pada sektor industri. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa bertambahnya sektor industri maka semakin banyak mesin industri yang digunakan hal ini tidak lepas juga dari penggunaan minyak bumi sebagai pelumas pada pemesinan. Sisa minyak mineral yang telah habis pakai akan menjadikan permasalahan seperti pencemaran lingkungan yang berdampak pada kesehatan makhluk hidup. Biolubricant yang memiliki sifat mudah terurai secara hayati dan tidak beracun bagi makhluk hidup merupakan alternatif dari penggunaan minyak mineral. Minyak kedelai yang memiliki sifat isolasi yang lebih baik dan mudah terurai secara alami dibandingkan minyak mineral untuk aplikasi pemesinan. Nanomaterial telah banyak digunakan untuk meningkatkan sifat tribologi minyak pelumas terutama pada sektor industri. Penelitian ini menggunakan nanomaterial CuO graphene dan hybrid CuO graphene sebesar 0.15% kemudian nanolubricant pada penelitian disintesis dengan menggunakan minyak kedelai. Tahapan dalam penelitian ini dimulai dengan melakukan karakterisasi SEM XRD dan FTIR terhadap nanomaterial CuO graphene. Sintesis nanolubricant dilakukan dengan proses stirring selama 20 menit dengan kecepatan 1250 rpm. Pengujian stabilitas nanolubricant dilakukan dengan menggunakan metode sedimentasi dan pengujian sifat termofisik yang meliputi massa jenis viskositas dinamik dan konduktivitas termal dilakukan agar dapat mengetahui pengaruh penggunaan nanomaterial terhadap minyak kedelai. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa nanolubricant memiliki suspensi tidak stabil adalah nanolubricant yang mengandung CuO dan sifat termofisik nanolubricant meningkat hingga 941 726 kg/m3 pada nilai massa jenis dengan CuO dan 40 86 mPa.s pada nilai viskositas dinamik pure base oil dan 0 177 W/m.K pada nilai konduktivitas termal dengan graphene sedangkan untuk pengujian keausan didapatkan nilai terkecil hingga 0 05 mm untuk nanolubricant graphene pada pengujian kekasaran permukaan didapatkan rata-rata kekasaran terkecil sebesar 1 03 micro m pada nanolubricant graphene pada morfologi dan warna wear debris didapatkan hasil yang paling bagus dan halus pada nanolubricant graphene dibandingkan dengan jenis lubricant lainnya.