Skripsi
Kontribusi demandingness, catastrophising, self-depreciation, dan low frustration tolerance terhadap prokrastinasi akademik / KHUSNUL KHOWATIM
Abstrak
Berdasarkan perspektif Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) keyakinan irasional merupakan penyebab berbagai permasalahan psikologis salah satunya prokrastinasi akademik. Menurut REBT demandingness menjadi keyakinan irasional primer yang mempengaruhi prokrastinasi akademik secara tidak langsung melalui keyakinan irasional sekunder (catastrophising self-depreciation dan low frustration tolerance). Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh empat keyakinan irasional terhadap prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain causal relationship study. Subjek penelitian adalah 106 mahasiswa Departemen Bimbingan dan Konseling FIP UM yang dijaring dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Attitude Belief Scale-II Abbreviated Version (ABS-II AV) yang diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dan Skala Prokrastinasi Akademik. Data dianalisis dengan path analysis berbantuan software SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demandingness memberikan pengaruh kepada low frustration tolerance dan catastrophising memberikan pengaruh kepada prokrastinasi akademik sementara jalur lainnya tidak signifikan. Berdasarkan hasil tersebut penilitian ini tidak mendukung asumsi teori REBT tentang struktur keyakinan irasional. Namun hasil penelitian ini diperkuat dengan model REBT type II yang memiliki asumsi bahwa demandingness catastrophising self-depreciation dan low frustration tolerance memiliki kontribusi independen yang sejajar dalam menyebabkan prokrastinasi akademik.