Tesis
Pelaksanaan pembelajaran daring pada sekolah dasar di Jember / Syahidi Alamsyahrony
Abstrak
Dunia Pendidikan dihadapkan dengan tantangan di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah menghimbau seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah yang mengakibatkan kegiatan pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka beralih menjadi pembelajaran daring. Penerapan pembelajaran daring yang relatif baru pada lingkup Sekolah Dasar di Indonesia menimbulkan berbagai tantangan dalam pelaksanaanya. Oleh karena itu penelitian ini berupaya untuk menganalisis bagaimana guru melaksanakan pembelajaran daring mulai dari tahap perencanaan pelaksanaan evaluasi kendala yang terjadi hingga upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi multi situs. Rancangan studi multi situs digunakan untuk mengkaji penerapan pembelajaran daring pada dua lembaga pendidikan yaitu SD TBRH dan SD AL Baitul Amien sehingga dapat memperoleh generalisasi secara umum pelaksanaan pembelajaran daring di sekolah dasar tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas tinggi (IV V) dokumen yang relevan dengan fokus penelitian seperti gambar foto catatan atau tulisan yang berkaitan dengan perangkat pembelajaran daring. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada tahap perencanaan pembelajaran daring pendidik di setiap situs terlebih dahulu mengenali kondisi fasilitas dan kesanggupan peserta didik mengikuti pembelajaran daring. Hal ini yang kemudian mempengaruhi pemilihan jenis aktivitas pembelajaran daring (synchronous ataupun asynchronous). Disamping itu juga tujuan pembelajaran penilaian hasil belajar dan bahan ajar yang dikembangkan guru akan menyesuaikan dengan aktivitas pembelajaran daring yang dipilih (2) pada tahap penerapan menunjukkan bahwa keaktifan peserta didik dapat dipengaruhi oleh jenis aktivitas daring yang diterapkan. Disamping itu sangat penting bagi guru untuk berkolaborasi bersama wali murid untuk mengontrol aktivitas belajar peserta didik (3) pada tahap evaluasi guru di setiap sekolah mengalami kesulitan pada penilaian hasil belajar ranah kognitif yang autentik (4) kendala yang ditemui dalam pelaksanaan pembelajaran daring yaitu pengoperasian LMS pada kelas rendah menurunnya kedisiplinan peserta didik keaslian hasil belajar peserta didik pada ranah kognitif dan pemadaman listrik (5) upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi berbagai kendala tersebut diantaranya melakukan kolaborasi dengan wali murid mengganti aktivitas pembelajaran daring menjadi asynchronous ketika listrik padam mengadakan pertemuan daring synchronous untuk memverifikasi sejauh mana perkembangan kemampuan kognitif secara autentik.