Skripsi
Skrining fitokimia, aktivitas antioksidan dan toksisitas ekstrak daun meniran (phyllanthus niruri) dalam pelarut etanol-air / Siti Puji Lestari
Abstrak
Daun meniran (Phyllanthus niruri) merupakan tanaman liar yang berpotensi sebagai obat. Hal ini disebabkan adanya kandungan senyawa metabolit sekunder dalam daun meniran yang berpotensi sebagai antioksidan dan antikanker. Oleh karena itu perlu dilakukan ekstraksi menggunakan pelarut yang tepat untuk mengekstrak senyawa-senyawa tersebut. Pelarut yang digunakan adalah campuran etanol-air dengan perbandingan (0 1) (1 2) (1 1) (2 1) dan (1 0). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia aktivitas antioksidan dan toksisitas ekstrak daun meniran dalam pelarut etanol-air. Uji fitokimia dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkapan radikal dengan DPPH. Uji toksisitas dilakukan dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun meniran pada seluruh variasi pelarut mengandung senyawa fenolik flavonoid tanin steroid dan triterpenoid. Senyawa saponin terdeteksi pada pelarut etanol-air (1 2) (1 1) dan (2 1). Kandungan fenolik tertinggi pada ekstrak etanol-air (2 1) 1869 28 mg GAE/g sampel kandungan flavonoid tertinggi pada ekstrak etanol-air (1 1) 114 94 mg QE/g sampel dan kandungan tanin tertinggi pada ekstrak etanol-air (1 0) 2743 39 mg TAE/g sampel. Aktivitas antioksidan semua ekstrak bersifat sangat kuat (IC50 lt 50). Aktivitas antioksidan tertinggi pada ekstrak dalam pelarut etanol-air (2 1) dengan nilai IC50 6 149 ppm. Semua ekstrak daun meniran bersifat toksik (30 gt LC50 lt 1.000). Toksisitas tertinggi diperoleh dari daun meniran pada pelarut etanol-air (2 1) dengan LC50 356 77 ppm.