Skripsi
Survei kondisi fisik pemain putra sekolah sepak bola / Muhammad Adin Zenidene
Abstrak
Kondisi fisik adalah aktivitas atletik yang membutuhkan tenaga fisik. Kondisi fisik merupakan tahapan yang paling mendasar dan faktor terpenting dalam program latihan untuk mencapai kinerja yang tinggi. Para pemain tidak pernah diuji kebugaran fisiknya. Pemain hanya diberikan rencana latihan taktis dan fisik berdasarkan pengalaman pelatih sebagai pemain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status fisik pemain sepak bola putra Nenjap One FC Kepanjen Kabupaten Malang berusia 17 tahun. Dalam penelitian ini peneliti berusaha mengamati perkembangan kondisi fisik pemain sepak bola pria berusia 17 tahun asal Nenjap One FC Kepanjen Kabupaten Malang saat berlaga di Liga Suratin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes seperti lari cepat 20 meter tes kebugaran multi tahap atau bleep test tes lompat jauh berdiri tes fleksi tubuh berdiri dan tes kelincahan negara bagian Illinois. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase dengan bantuan software Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebugaran jasmani pemain putra sekolah sepak bola Nenjap One FC Kepanjen 17 tahun Kabupaten Malang sebanyak 1 pemain (4 35%) dalam kondisi fisik sangat baik dan 7 pemain (30 43%). berada dalam kondisi fisik yang baik. Diantaranya sebanyak 9 pemain (39 13%) masuk dalam kategori lolos sebanyak 4 pemain (17 39%) masuk dalam kategori kurang baik dan sebanyak 2 pemain (8 7%) masuk dalam kategori kurang baik. %) Kondisi fisik termasuk dalam kategori sangat buruk. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa hasil survey tingkat kebugaran jasmani pemain sepak bola Sekolah Sepak Bola Putra Kepanjen FC Kepanjen 17 tahun Kabupaten Malang berada pada kategori sangat baik sebesar 39 13%. Berdasarkan pemaparan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah ditarik diharapkan atlet dengan kondisi fisik yang kurang baik dapat memperbaiki kondisi fisiknya sendiri secara individu dan agar pelatih lebih meningkat lagi dalam menyusun program latihan fisik sehingga atlet dengan kondisi fisik yang lebih baik akan terus meningkat maju dan mampu mencapai prestasi puncak.