Tesis
Pengaruh implementasi interactive instructional teaching method (IITM) terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa pada materi kesetimbangan kimia / Bilqis Rahma Kinanthi
Abstrak
Pendidikan pada hakikatnya adalah upaya sadar yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Keterampilan atau kecakapan yang dimaksud kerap dikenal sebagai keterampilan 4C yakni Critical Thinking Collaboration Communication serta Creativity. Keterampilan berpikir kritis sangat penting sebab dengan kemampuan ini individu akan memiliki cara berpikir yang logis mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik serta memiliki kemampuan untuk membuat keputusan tentang tindakan yang tepat. Siswa cenderung tidak memiliki motivasi belajar kimia karena menganggap pelajaran kimia adalah pelajaran yang tidak mudah sehingga tidak mempelajarinya lebih lanjut. Oleh karena itu pendekatan pengajaran yang mengakomodasi karakteristik konsep aspek pedagogis dan lingkungan belajar tertentu sangat disarankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh implementasi Interactive Instructional Teaching Method terhadap keterampilan berpikir kritis (2) Perbedaan dalam motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan Interactive Instructional Teaching Method dan siswa yang dibelajarkan dengan ekspositori saat mempelajari materi kesetimbangan kimia. Rancangan penelitian menggunakan eksperimen semu menggunakan Pretest-postest Control Group Design. Subjek penelitian ini yaitu siswa SMAN 2 Malang kelas XI MIPA 1 sebagai kelompok eksperimen dan XI MIPA 3 sebagai kelompok kontrol. Instrument tes keterampilan berpikir kritis diukur dengan 4 butir soal esai yang dikembangkan berdasarkan kerangka Facione yang telah divalidasi dengan kategori sangat tinggi sebesar 87 19 % dan motivasi belajar siswa diukur dengan angket motivasi belajar. Analisis data menggunakan Mann Whitney N-gain score dan Effect Size Cohens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh keterampilan berpikir kritis dengan rata-rata nilai keterampilan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran IITM sebesar 75 sedangkan kelas ekspositori yaitu 63 24. Pengaruh penerapan IITM dinilai dari effect size sebesar 0 945 dengan kategori besar. (2) Ada perbedaan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan Interactive Instructional Teaching Method pada pembelajaran materi kesetimbangan kimia di SMA Negeri 2 Malang. Skor rata-rata motivasi belajar siswa kelas IITM adalah 75 72% lebih tinggi dibandingkan kelas ekspositori yakni sebesar 72 42%.