Tesis
Pengaruh model pembelajaran argument-driven inquiry (adi) berbantuan e-scaffolding berkonteks multi representasi pada materi laju reaksi tehadap keterampilan argumentasi ilmiah dan hots ditinjau dari kemampuan awal berbeda / Allien Kallala Ms.
Abstrak
Bagian dari kimia yang mempelajari laju reaksi disebut kinetika kimia. Banyak peneliti menunjukkan bukti bahwa siswa tingkat sekolah menengah dan universitas memiliki miskonsepsi pada kinetika kimia. Adanya tiga representasi dalam menjelaskan fenomena laju reaksi mengharuskan siswa memiliki kemampuan untuk memahami hubungan antara ketiga representasi. Siswa sering kali kesulitan dalam mengaitkan ketiga level representasi kimia sehingga kemampuan siswa untuk memahami korelasinya cenderung rendah. Ketiga level representasi tersebut dapat menekankan siswa pada tahap mengamati kegiatan pengamatan memancing siswa untuk melihat suatu fenomena-fenomena yang terjadi dalam berbagai sudut pandang yang berbeda sehingga siswa akan berpikir secara sistematis mendalam bahkan sampai kepada tingkat berpikir yang lebih tinggi (HOTS). Siswa dengan pemahaman kognitif pada level yang tinggi yang mencakup keterampilan Higher Order Thinking Skills (HOTS) cenderung mampu menghasilkan argumen yang baik karena mereka dapat menerapkan berbagai strategi berpikir kritis dan analitis dalam proses argumentasi. Namun penelitian oleh Osborne Erduran and Simon (2004) menunjukkan bahwa meskipun siswa dapat terlibat dalam kegiatan argumentasi seringkali argumen mereka tidak memiliki struktur yang baik dan kurang didukung oleh bukti yang kredibel. Analisis tentang kualitas argumentasi dapat dilakukan dengan model Puvirajah yang menekankan bahwa dalam argumentasi suatu argumen tidak cukup hanya melihat kualitas argumennya saja tetapi validitas ilmiahnya juga harus dievaluasi. Struktur argumentasi ilmiah yang dinilai mengacu pada skema evaluasi argumentasi Puvirajah yang disebut SASC (the Structure of Argumentation and Scientific Credibility) yang bertujuan untuk mengevaluasi baik struktur dan kredibilitas ilmiah argumentasi siswa. Beberapa komponen argumentasi dalam model SASC yaitu claim (klaim) evidence (bukti) dan explanation (penjelasan). Kemampuan awal siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan kemampuan argumentasi ilmiah. Tanpa intervensi yang tepat siswa dengan kemampuan awal rendah mungkin tertinggal dalam pengembangan HOTS dan kemampuan argumentasi ilmiah mereka. Perlunya suatu model pembelajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan awal siswa melalui pendekatan yang berbasis inkuiri dan kolaboratif yang memungkinkan berbagai tingkat dukungan dan fleksibilitas dalam proses pembelajaran serta prosesnya mampu membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan argumentasi ilmiah dan HOTS yaitu dengan Argument-Driven Inquiry (ADI) yang diintegrasikan dengan bantuan e-scaffolding dan multi representasi. Sampel penelitian adalah siswa SMA Negeri 2 Malang kelas XI IPA yang berjumlah 102 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan nonequivalent (pretest and posttest) control-group design. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian faktorial 3 x 2. Pengumpulan data menggunakan instrumen 1) tes argumentasi ilmiah berupa soal uraian terbuka sebanyak 2 butir soal 2) tes HOTS berjumlah 13 butir soal berbentuk pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban. Teknik analisis data menggunakan two way ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan high order thinking skills (HOTS) antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model ADI-S berkonteks multi representasi ADI berkonteks multi representasi dan ADI (ADI-S berkonteks multi representasi gt ADI berkontesks multi representasi gt ADI) 2) terdapat perbedaan high order thinking skills (HOTS) antara siswa dengan kemampuan awal tinggi dan kemampuan awal rendah yang dibelajarkan menggunakan model ADI-S berkonteks multi representasi ADI berkonteks multi representasi dan ADI 3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap high order thinking skills (HOTS) siswa 4) terdapat perbedaan keterampilan argumentasi ilmiah antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model ADI-S berkonteks multi representasi ADI berkonteks multi representasi dan ADI. (ADI-S berkonteks multi representasi gt ADI berkontesks multi representasi gt ADI) 5) terdapat perbedaan keterampilan argumentasi ilmiah antara siswa dengan kemampuan awal tinggi dan kemampuan awal rendah yang dibelajarkan menggunakan model ADI-S berkonteks multi representasi ADI berkonteks multi representasi dan ADI 6) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap keterampilan argumentasi ilmiah siswa.