Skripsi
Pengembangan media e-modul materi proporsi anatomi berbasis digital flipbook pada mata pelajaran dasar desain di kelas x tata busana smk negeri 1 sooko / Bella Aulia Kharisma F. Fatsey
Abstrak
Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (KEMENDIKBUDRISTEK) mulai menerapkan program kurikulum baru di seluruh Indonesia melalui Siaran Pers Nomor 413/sipers/A6/VII/2022 pada Juli 2022 yaitu Kurikulum Merdeka. Hal tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap sistem pembelajaran di Indonesia. Tidak terkecuali terhadap guru dan tenaga pendidik di sekolah baik dari segi administrasi dan strategi pembelajaran pendekatan pembelajaran metode pembelajaran dan bahkan proses evaluasi pembelajaran. Kurikulum Merdeka semakin memperdalam kompetensi guru untuk berinovasi dan meng-upgrade kualitas pada pembelajaran secara independen (Maulinda 2022). Kurikulum Merdeka juga menuntut guru untuk bisa menguasai teknologi dalam proses pembelajaran (Rizki Septiana amp Hanafi 2022). Salah satu bentuk penguasaan teknologi oleh guru saat pembelajaran yaitu dengan adanya penggunaan alat atau media berbasis teknologi dalam pembelajaran. Saat ini salah satu sekolah yang mulai menerapkan Kurikulum Merdeka adalah SMK Negeri 1 Sooko. Implementasi kurikulum merdeka di SMKN 1 Sooko berimbas pada penyusunan RPP yang pada kurikulum merdeka berubah menjadi modul ajar. Perbedaan modul ajar dengan modul pembelajaran yaitu modul ajar digunakan dan disajikan untuk beberapa pertemuan sesuai tujuan pembelajaran. Saat ini karena Kurikulum Merdeka baru diterapkan maka guru masih pada taraf menyusun modul ajar berupa materi cetak. Salah satunya pada kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Sooko. Sebagai bentuk pemenuhan syarat penguasaan teknologi dalam pembelajaran guru harus memiliki media pembelajaran yang berbasis teknologi. Faktanya di lapangan guru masih belum menggunakan media berbasis teknologi dalam pembelajaran melainkan media konvensional berupa materi cetak. Sehingga secara tidak langsung guru harus berupaya mengembangkan media berbasis teknologi dalam pembelajaran. Pada penelitian ini media yang dikembangkan yaitu e-modul berbasis digital flipbook. Fokus materi yang disusun pada e-modul yang dikembangkan yaitu materi Proporsi Anatomi. Hal tersebut dikarenakan materi Proporsi Anatomi yang dimiliki guru masih belum lengkap sesuai dengan yang dibutuhkan peserta didik sehingga pembelaran yang dicapai kurang maksimal. Muatan materi disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah disusun dalam rancangan kurikulum. Adapun pemilihan e-modul berbasis digital flipbook sebagai media pengembangan bertujuan untuk tetap menjaga susbtansi muatan materi yang dibutuhkan peserta didik. Dalam materi Proporsi Anatomi ini terdiri dari tiga pokok bahasan yang diurai dalam tiga kegiatan belajar. Pokok bahasan materi disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang tertera pada rumusan capaian pembelajaran. Materi yang telah disusun dirancangan kedalam bentuk e-modul berbasis digital flipbook dengan tampilan yang menarik. Hasil produk e-modul yang telah dikembangkan dapat diakses oleh peserta didik maupun guru menggunakan smartphone maupun pc. Tujuan utama penelitian ini untuk mengembangkan sekaligus melengkapi media pembelajaran yang sudah ada menjadi berbasis teknologi. Model pengembangan yang digunakan menggunakan model ADDIE. Dalam proses pengembangan media memerlukan proses validasi untuk mengukur kelayakan produk. Kelayakan produk diuji oleh validator menggunakan instrumen yang valid. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket jenis tertutup menggunakan skor skala likert. Data yang diperoleh melalui sebaran angket diolah menggunakan teknik deskriptif kuantitafif dengan pengolahan data menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan media e-modul materi Proporsi Anatomi berbasis digital flipbook di kelas X Tata Busana SMK Negeri Sooko yang telah dikembangkan menunjukkan skor validitas masuk kategori layak dengan respon pengguna yang masuk kategori baik. Uji Validitas materi memperoleh skor sebesar 97 4 % termasuk dalam tingkat kategori validitas ldquo Layak rdquo . Sementara hasil uji validitas media memperoleh skor sebesar 98% termasuk dalam tingkat kategori validitas ldquo Layak rdquo . Adapun hasil implementasi respon pengguna memperoleh skor sebesar 95 3% dengan interpretasi ldquo Baik rdquo .