Skripsi
Kandungan fitokimia, aktivitas antioksidan, dan toksisitas ekstrak etanol – air daun pecut kuda (stachytarpheta jamaicensis [l.] vahl ) terhadap artemia salina / Athanasius Andra Wijaya
Abstrak
Tanaman pecut kuda (Stachytarpheta Jamaicensis [L.] Vahl) merupakan salah satu tanaman liar yang banyak ditemukan di daerah subtropis dan tropis termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daun pecut kuda yang tumbuh di Jedong Kabupaten Malang berdasarkan kandungan fitokimia aktivitas antioksidan dan toksisitasnya. Daun pecut kuda diekstraksi dengan metode maserasi selama 3 hari menggunakan variasi pelarut etanol air dan etanol-air (1 2. 1 1 2 1). Kandungan fitokimia dianalisis dengan reagen fitokimia. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkapan radikal bebas dari DPPH (2 2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Metode BSLT digunakan untuk pengujian toksisitas ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun pecut kuda dengan pelarut etanol-air (1 2 1 1 2 1) dan etanol memiliki kandungan fitokimia flavonoid fenolik tanin saponin dan triterpenoid. Kadar senyawa metabolit sekunder TFC (Total Flavonoid Content) tertinggi diperoleh ekstrak etanol-air (1 1) yaitu sebesar 53 314 ppm TPC (Total Phenolic Content) tertinggi diperoleh ekstrak etanol-air(2 1) yaitu sebesar 39 909 ppm dan TTC (Total Tannin Content) tertinggi diperoleh ekstrak etanol yaitu sebesar 50 301 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak memiliki aktivitas yang kuat dengan aktivitas tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol dengan nilai IC50 sebesar 28 072 ppm. Berdasarkan nilai LC50 ekstrak etanol memiliki toksiksitas tertinggi yaitu sebesar 475 921 ppm dan toksisitas terendah dimiliki ekstrak etanol-air (1 2) dengan nilai LC50 sebesar 1353 045 ppm. Senyawa fitokimia dalam daun pecut kuda yang berpotensi sebagai antioksidan dan bersifat toksik adalah senyawa tanin.