Tesis
Pengembangan e-module mata kuliah fisiologi tumbuhan berbasis problem based learning untuk meningkatkan learning ownership, keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi mahasiswa pada materi nutrisi, transportasi dan fotosintesis / Ilul Inayah
Abstrak
Pendidikan berperan dalam mengembangkan kepribadian maupun kecerdasan serta keterampilan yang diperlukan untuk mengembangkan potensi diri (Agustina amp Astuti 2020) Pendidikan memiliki tantangan dalam membangun keterampilan masyarakat di era global pada abad ke-21. Tantangan tersebut sekaligus memberikan peluang dalam mendorong terciptanya inovasi baru di bidang pendidikan salah satunya di bidang teknologi informasi atau Information and Communication (ICT). Menurut Agustina amp Astuti (2020) perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi juga berpengaruh pada kemajuan dalam inovasi mengembangkan bahan ajar di antaranya adalah modul elektronik (e-module). E-module diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam memperoleh informasi berkaitan dengan materi yang dipelajari dan sesuai dengan kebutuhan (Yetti amp Ahyanuardi 2020). Hasil dari implementasi di lapangan penggunaan modul sebagai bahan ajar belum digunakan secara maksimal. Hasil analisis kebutuhan yang dilaksanakan pada 02 April 2023 terhadap dosen pengampu Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan Departemen Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang menunjukkan modul tidak sepenuhnya digunakan oleh dosen sebagai media pembelajaran Fisiologi Tumbuhan. Pengisian angket analisis kebutuhan juga dilakukan oleh 30 mahasiswa yang telah menempuh Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan sebelumnya. Sebanyak 90 6% mahasiswa membutuhkan bahan ajar berbasis elektronik dalam mendukung proses pembelajaran pada materi Fisiologi Tumbuhan. Media bahan ajar yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam mencapai tujuan pembelajaran adalah e-module. E-Module yang di dalamnya dikemas secara interaktif agar komunikasi antara pengguna dan program aplikasi modul sehingga berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang lebih menarik (Hakim. et al. 2020) Motivasi belajar orientasi tujuan kepercayaan diri metakognisi dan kegigihan merupakan indikator dari Learning ownership yang menempatkan siswa menjadi pusat pembelajaran (Conley amp French 2014). Kepemilikan pada proses pendidikan dapat dimulai dengan mengajarkan siswa untuk menetapkan tujuan ataupun target pembelajaran dengan jelas sehingga siswa dapat menentukan tindakan yang seharusnya dilakukan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat mendukung mahasiswa dalam mencapai kesiapan dan meningkatkan kepemilikan atas pembelajaran yaitu keterampilan berpikir kritis dan keterampilan kolaborasi. Keterampilan berpikir kritis mahasiswa sangat diperlukan dalam memahami materi serta mendukung pemahaman materi dengan tingkat penalaran yang lebih tinggi (Suarsana 2019). Kenyataannya dalam materi tertentu tingkat keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi mahasiswa masih tergolong rendah. Hasil tes awal keterampilan berpikir kritis terhadap 30 orang mahasiswa S1 Biologi Universitas Negeri Malang yang menempuh Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan berada pada kategori rendah dengan rerata skor sebesar 49 17%. Menumbuhkan pemikiran kritis juga bertukar ide dalam kelompok kecil di antara anggota kelompok dapat merangsang pemikiran sekaligus mengenalkan proses kolaborasi. Kemampuan kolaborasi penting dimiliki oleh mahasiswa karena berguna daam mengelola kegiatan pembelajaran (Dewi et al. 2020). Penggunaan e-module didukung dengan model pembelajaran dalam hal ini berbasis Problem Based Learning (PBL) sangat diperlukan. PBL termasuk model yang digunakan dalam pembelajaran berbasis student centered. Problem Based Learning mendorong mahasiswa untuk memecahkan masalah sehingga akan berdampak pada perkembangan keterampilan berpikir kritis serta kolaborasi yang dimilikinya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R amp D) dengan model pengembangan Lee amp Owens. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonrandomized Control-Group Pretest-Posttest Design dan menggunakan perhitungan Gain Ternormalisasi (N-Gain). Penelitian dilaksanakan di Universitas Negeri Malang pada mahasiswa jurusan biologi semester 3 yang berjumlah 33 mahasiswa kelas eksperimen (offering I) dan 33 mahasiswa kelas kontrol (offering C) yang sedang menempuh Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan. Data penelitian diperoleh melalui pengisian esai deskriptif dan esai reflektif pretest post test angket validasi dan angket keterampilan kolaborasi. Hasil yang diperoleh dari validasi materi yaitu 100% dengan kriteria sangat valid. Selanjutnya validasi media sebesar 95 47% dengan kriteria sangat valid validasi praktisi dengan nilai persentase 97 27% dengan kriteria sangat valid. Uji kepraktisan rerata nilai 96% termasuk dalam kriteria sangat praktis. Uji keefektifan diperoleh melalui tahap implementasi e-module dengan desain penelitian Nonrandomized Control-Group Pretest-Posttest Design menggunakan perhitungan N-gain score keterampilan berpikir kritis mahasiswa yaitu sebesar 0 7 dengan kriteria keefektifan tinggi pada kelas eksperimen dan 0 29 dengan kategori rendah pada kelas kontrol. Perolehan N-gain score keterampilan kolaborasi mahasiswa dengan kriteria tinggi pada kelas eksperimen sebesar 0 80. Sedangkan pada kelas kontrol 0 43 menunjukkan kategori sedang. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan maka pengembangan e-module pada Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan dikatakan valid praktis dan efektif dalam meningkatkan learning ownership keterampilan berpikir kritis dan keterampilan kolaborasi mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan learning ownership keterampilan berpikir kritis dan keterampilan kolaborasi mahasiswa pada Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan dengan menggunakan e-module berbasis PBL.