UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Literasi matematis siswa dalam merumuskan situasi secara matematis masalah matematika higher order thinking skill (HOTS) pada siswa field independent dan field dependent / Mukhtamilatus Sa\'diyah

Sa'diyah, Mukhtamilatus - Nama Orang;

Abstrak
Literasi matematis siswa menjadi salah satu standar internasional untuk mengetahui kualitas pendidikan di suatu negara terutama di bidang matematika. Hasil tes internasional yang dilakukan OECD pada tahun 2015 2018 dan 2022 menunjukkan bahwa literasi matematis siswa di Indonesia tergolong rendah dibandingkan negara-negara lainnya. Meskipun telah dilakukan upaya pengenalan dan pembiasaan literasi matematis namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa literasi matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa proses literasi matematis siswa perlu dipelajari untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Secara lebih spesifik hasil tes yang dilakukan salah satu sekolah di Malang juga menunjukkan hasil yang serupa di mana siswa memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk menyelesaikan masalah-masalah rutin namun mereka memiliki performa yang kurang baik ketika menyelesaikan masalah yang memuat literasi matematis. Bahkan beberapa siswa tersebut memiliki performa yang lebih rendah dibandingkan siswa-siswa yang memiliki kemampuan matematika yang kurang baik dalam menyelesaikan masalah-masalah rutin. Hal ini menunjukkan bahwa siswa-siswa tersebut mengalami kesulitan ketika menghadapi masalah yang membutuhkan literasi. Literasi matematis siswa tidak lepas dari proses merumuskan situasi secara matematis. Untuk dapat menyelesaikan masalah yang memuat literasi matematis siswa terlebih dahulu memahami situasi dan informasi-informasi di dalamnya. Hanya saja hasil pengamatan di sekolah menunjukkan bahwa siswa kurang familiar dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan merumuskan situasi secara matematis. Kurangnya kemampuan dalam merumuskan situasi secara matematis ini banyak dipengaruhi oleh gaya kongnitif terutama tipe field-independent dan field dependent karena gaya kognitif ini berkaitan erat dengan cara siswa mendapatkan informasi. Penelitian ini adalah penelitian mixed-method dengan pendekatan explanatory dimana informasi terkait literasi matematis siswa diukur dianalisis dan dibandingkan antara kelompok siswa Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD) di salah satu sekolah di Malang. Hasil analisis yang berupa data kuantitatif tersebut kemudian dipelajari secara kualitatif untuk mencari tingkat kemampuan siswa dalam merumuskan situasi secara matematis. Selain mengamati tingkat kemampuan siswa penelitian ini juga mengamati proses dan kesulitan yang dihadapi oleh siswa FI dan FD selama menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan proses merumuskan situasi secara matematis. Hasil tes yang memuat masalah matematika HOTS dan literasi matematis diamati menggunakan uji rataan t-student. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa secara umum siswa FI memiliki kemampuan merumuskan situasi secara matematis yang lebih tinggi dibandingkan siswa FD sesuai dengan teori yang dibahas oleh berbagai artikel. Namun ketika dipelajari dengan lebih mendalam menggunakan uji Mann-Whitney berdasarkan aspek-aspek pada literasi matematis perbedaan antara siswa FI dan FD di beberapa aspek kurang signifikan. Aspek tersebut adalah aspek mengomunikasikan menalar dan berpendapat dan aspek menyusun strategi penyelesaian. Bahkan untuk aspek mengomunikasikan siswa FI memiliki rataan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan siswa FD. Lebih jauh rataan yang didapat siswa FI dan FD juga masih tergolong rendah. Secara keseluruhan siswa FI rata-rata hanya mendapat nilai 72 7 sedangkan siswa FD 61 5. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam merumuskan situasi secara matematis masih tergolong rendah. Meskipun ada beberapa siswa yang mendapat nilai sempurna bahkan sebagian siswa tersebut adalah siswa FD namun banyak siswa yang juga mendapat nilai sangat rendah. Oleh sebab itu diperlukan pengamatan lanjutan secara kualitatif untuk mempelajari proses pengerjaan siswa dan mengenali kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi selama proses merumuskan situasi secara matematis. Pengamatan secara kualitatif menunjukkan bahwa ada tiga langkah utama yang banyak dilakukan siswa untuk membantu mereka dalam proses merumuskan situasi secara matematis yaitu seleksi penyederhanaan dan evaluasi. Dalam proses seleksi siswa melakukan berbagai cara untuk memastikan informasi penting dapat terlihat jelas. Dalam proses penyederhanaan siswa melakukan penyingkatan informasi sehingga informasi yang diberikan dapat lebih mudah dipahami dan digunakan. Terakhir siswa selalu memastikan bahwa langkah yang dilakukan selama proses merumuskan situasi dilalui dengan benar dengan cara melakukan evaluasi secara berkala. Hanya saja beberapa siswa terlihat tidak melakukan ketiga proses tersebut dengan benar sehingga memunculkan berbagai kesulitan selama proses tersebut Sebagai contoh beberapa siswa FI melakukan kesalahan karena terlalu terburu-buru dan terlalu berfokus pada pemikiran sendiri sehingga tidak memastikan kebenaran dari jawaban yang diberikan. Sementara itu siswa FD mengalami kesulitan karena kurangnya kemampuan mereka dalam memilah informasi penting dari situasi masalah yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa FD masih memiliki peluang untuk dapat meningkatkan literasi matematis mereka khususnya dalam hal merumuskan situasi namun proses yang diperlukan juga cukup panjang. Oleh sebab itu diperlukan penelitian yang lebih mendalam terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan dalam merumuskan situasi secara matematis. Selain itu penelitian ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun rencana pembelajaran untuk meningkatkan kualitas literasi matematis siswa.


Informasi Detail
DDC
Rd 510.76 SAD l
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2024.
Deskripsi Fisik
xv, 145 lembar. : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00148/RD/24
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)-- Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. MATEMATIKA - LITERASI MATEMATIS
2. MATEMATIKA - HIGHER ORDER THINGKING SKILL
3. MATHEMATICS - MATHEMATICAL LITERACY

Pembimbing
1. Prof. Dr. Cholis Sa'dijah, M.pd, M.a.; Dr. Susiswo, M.si
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik