Tesis
Pembelajaran sejarah sebagai upaya internalisasi wawasan kebangsaan: studi kasus multisitus di SMA Surya Buana Malang dan SMA Shalahuddin Malang / Inti Shorunnuha Az Zahrah
Abstrak
Kajian ini didasarkan pada urgensi revitalisasi internalisasi wawasan kebangsaan melalui pembelajaran sejarah pada masa kini. Hal ini terbukti dari penelitian pendahuluan pada dua sekolah di Kota Malang. Ada indikasi menurunnya wawasan kebangsaan pada peserta didik di kedua sekolah tersebut. Peserta didik pada masing-masing situs penelitian kurang bisa memaknai arti penting beberapa peristiwa sejarah yang memuat nilai-nilai kebangsaan dan relevansinya di masa kini. Kajian ini berusaha melihat bagaimana upaya internalisasi wawasan kebangsaan melalui pelaksanaan pembelajaran sejarah Indonesia beserta hambatan dan implikasinya. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Sumber data pada penelitian ini berasal dari wawancara observasi dan dokumentasi pada sekolah pertama SMA Surya Buana Malang dan sekolah kedua SMA Shalahuddin Malang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan rancangan studi multisitus yang menggunakan dua tahapan yakni analisis data situs tunggal dan analisis data lintas situs. Analisis data situs tunggal menggunakan teknik analisis data deskripstif Miles dan Huberman. Analisis lintas situs dilakukan untuk menemukan hasil temuan akhir berdasarkan analisis data situs tunggal pada masing-masing situs. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini dengan teknik kredibilitas tranferblititas dependability dan confirmability Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya internalisasi wawasan kebangsaan pada masing-masing situs dapat dilakukan melalui materi sejarah yang sesuai. Pada masing-masing situs materi sejarah disampaikan pada pelaksanaan pembelajaran Sejarah Indonesia. Pada SMA Shalahuddin Malang materi internalisasi juga disampaikan pada program P5. Upaya internalisasi dilakukan melalui proses transformasi nilai transaksi nilai dan trans-internalisasi nilai. Pendidik masing-masing situs menghadapi hambatan dalam upaya internalisasi pada proses pembelajaran (persiapan pelaksanaan dan evaluasi) diri pendidik dan diri peserta didik. Upaya internalisasi wawasan kebangsaan melalui pembelajaran sejarah lebih berimplikasi pada paham kebangsaan dibandingkan rasa kebangsaan dan sikap kebangsaan pada diri peserta didik di masing-masing situs. Pencapaian tahapan sikap kebangsaan hingga menjadi being atau berkepribadian kebangsaan pada diri peserta didik dipengaruhi faktor-faktor diluar pelaksanaan proses pembelajaran sejarah.