Skripsi
Isolasi dan identifikasi jamur endofit rimpang kunyit (curcuma longa l.) potensial antimalaria melalui penghambatan pembentukan beta hematin / Rafki Afza Amri
Abstrak
Resistensi obat telah menyebabkan masalah malaria semakin memburuk di beberapa negara belakangan ini. Untuk menyiasatinya mengobati malaria dengan komponen alami merupakan salah satu solusi yang diperlukan. Penelitian telah menunjukkan bahwa tanaman kunyit membantu mencegah pertumbuhan parasit hal ini dikarenakan kunyit mengandung metabolit sekunder yang bermanfaat. Jamur endofit merupakan salah satu alternatif yang harus digunakan untuk menghasilkan metabolit sekunder tanpa mengeksploitasi tanaman kunyit. Mikroorganisme yang disebut jamur endofit hidup di dalam jaringan tanaman dan menghasilkan metabolit sekunder yang diperlukan untuk kehidupan tanaman. Penelitian ini terdiri dari 5 tahap yaitu pengambilan sampel kunyit (Curcuma longa L.) isolasi jamur endofit dari rimpang tanaman kunyit (Curcuma longa L.) ekstraksi metabolit sekunder uji fitokimia ekstrak jamur endofit dan yang terakhir adalah uji aktivitas antimalaria melalui penghambatan pembentukan beta -hematin. Hasil identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis menunjukkan bahwa 7 isolat berasal dari berbagai genus diantaranya Aspergillus Purpureocillium Paecilomyces lilacinus dan Cladosporium yang diamati secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil ekstraksi terbesar yang diperoleh adalah JEKUM 3 dengan berat ekstrak 3 6 g dan rendemen sebesar 2% sedangkan ekstrak terkecil adalah JEKUM 1 dengan berat ekstrak 1 1 g dan rendemen 0 5%. Hasil pengujian antimalaria menunjukkan 3 ekstrak jamur endofit dengan nilai penghambatan pembentukan beta -hematin lebih dari 50%. Ketiga jamur tersebut adalah JEKUM 1 yang merupakan jamur terbaik dengan persentase 86 48% JEKUM 2 dengan persentase 72 40% dan JEKUM 3 dengan persentase 56 67%.