Tesis
Pengaruh distributed scaffolding dalam pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa Kelas XI SMA Katolik Santo Petrus Kanisius pada materi fluida / Toni Dwi Fauzi
Abstrak
Kemampuan pemecahan masalah dibutuhkan dalam proses menemukan solusi dari suatu permasalahan yang dianggap asing atau baru yang melibatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Studi terdahulu menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah dapat dilatih menggunakan pembelajaran berbasis penyelidikan seperti pembelajaran inkuiri. Namun langkah-langkah inkuiri seringkali menimbulkan tantangan besar bagi sebagian besar siswa yang tidak berpengalaman dalam merumuskan masalah merumuskan hipotesis mengumpulkan data menganalisis data mengambil kesimpulan serta meninjau kembali penyelidikan. Untuk itu distributed scaffolding yang terdiri dari beberapa bentuk bantuan dapat dimanfaatkan dalam upaya membantu siswa di sepanjang langkah-langkah pembelajaran inkuiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang diajarkan dengan distributed scaffolding dalam pembelajaran inkuiri dan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran inkuiri pada materi fluida. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan rancangan explanatory sequential design. Desain penelitian kuantitatif menggunakan penelitian quasi experiment tipe non equivalent control group design dengan menggunakan 22 siswa SMA di kelompok eksperimen dan 18 di kelompok kontrol. Desain penelitian kualitatif yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan think aloud kepada 8 siswa terpilih dengan rincian berikut 1) 2 siswa kelas eksperimen dengan nilai tertinggi 2) 2 siswa kelas eksperimen dengan nilai terendah 3) 2 siswa kelas kontrol dengan nilai tertinggi serta 4) 2 siswa kontrol dengan nilai terendah. Instrumen yang digunakan adalah instrumen perlakuan (rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja siswa) instrumen pengukuran berupa soal pre-test dan post-test kemampuan pemecahan masalah serta panduan wawancara semi terstruktur dan think aloud. Instrumen yang digunakan telah divalidasi oleh ahli dan diuji secara empiris. Data hasil penelitian kuantitatif dianalisis menggunakan uji analisis kovarian (Ancova). Data hasil penelitian kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik meliputi 1) broad holistic scoring 2) descriptive phrase extracting 3) coding 4) developing categories dan 5) theme identification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kelas yang belajar dengan inkuiri berbantuan distributed scaffolding dibandingkan dengan kelas yang belajar dengan inkuiri saja 2) Pembelajaran inkuiri berbantuan distributed scaffolding mempengaruhi siswa dalam memperkuat ingatan dan kepercayaan diri siswa terhadap konsep fluida yang diperoleh melalui penyelidikan sehingga siswa terlatih dalam memilih konsep yang tepat (physics approach) dan menerapkan konsep tersebut (specific application of physics) untuk menyelesaikan permasalahan. Bagi penelitian selanjutnya sebaiknya lebih memperhatikan kesesuaian bantuan yang diberikan dengan pengetahuan awal siswa agar dapat memberikan scaffolding yang benar-benar dibutuhkan dan dapat memudahkan siswa dalam pembelajaran inkuiri.