Skripsi
Studi sarana dan fasilitas Information and Communication Technology (ICT) untuk pembelajaran di SMK Negeri 6 Malang dan SMK Nasional Malang / Mahadewi Cantika Anggraini
Abstrak
Fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang dapat mendukung serta mempengaruhi kegiatan pembelajaran di sekolah. Pemanfaatan fasilitas belajar yang optimal memungkinkan siswa dapat menambah wawasan serta pemahaman dalam proses pembelajaran. ICT atau Information and Communication Technology mengalami perkembangan pesat dan berdampak positif bagi peserta didik dalam pembelajaran. ICT berfungsi sebagai media pembelajaran dan sumber belajar yang memiliki pengaruh terhadap keaktifan siswa. Namun masih terdapat beberapa keterbatasan dalam penyediaan dan pemanfaatan ICT dalam pembelajaran seperti keterbatasan ruang teori ruang praktik maupun keterbatasan fasilitas praktik berupa peralatan dan bahan praktik. Keterbatasan ini dapat memicu penghambatan proses belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengambil populasi sebanyak 158 siswa dari SMK Negeri 6 Malang dan 62 siswa dari SMK Nasional Malang. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana operasi pengelolaan pemanfaatan utilitas fasilitas ICT dan mencari apakah terdapat perbedaan signifikan dari kedua SMK tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase fasilitas pada kedua sekolah tersebuh hampir sama dimana secara umum persentase yang didapatkan dalam kriteria Baik yaitu di SMK Negeri 6 Malang sebesar 66% dan SMK Nasional Malang sebesar 71%. Namun masih terdapat beberapa keterbatasan seperti terbatasnya koneksi internet yang tersedia dikarenakan sekolah mengutamakan pemanfaatan internet untuk pembelajaran dan menghindari penggunaan internet yang berlebihan. Pemanfaatan fasilitas ICT juga tergolong Baik dengan kriteria 59% dari SMK Negeri 6 Malang dan 65% dari SMK Nasional Malang dimana terdapat kualitas internet yang membantu proses pembelajaran keamanan privasi data yang efektif dalam penggunaan komputer lalu perangkat lunak yang mendukung perkembangan keterampilan peserta didik. Selanjutnya hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kedua sekolah tersebut yang dapat dikarenakan tempat penelitian masih dalam satu kawasan yang sama yaitu Kota Malang yang memungkinkan adanya kemampuan kompetensi yang sama untuk mengolah sekolah dalam pemanfaatan ICT dalam pendidikan.