Skripsi
Analisis perubahan garis pantai pasir padi kota pangkalpinang provinsi kepulauan bangka belitung tahun 2019, 2020, 2021, 2022, dan 2023 menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) / Vickram Duta Haikal
Abstrak
Pantai Pasir Padi adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan sehingga gelombang yang bergerak menuju ke daratan cukup kuat. Selain itu adanya pasang surut air laut yang sangat tinggi di Pantai Pasir Padi juga menjadi penyebab terjadinya perubahan garis pantai. Penelitian ini memiliki tujuan yakni (1) untuk mengetahui perubahan garis Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang dari tahun 2019 2020 2021 2022 dan 2023. (2) untuk mengetahui fenomena abrasi dan akresi yang terjadi di Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang. (3) untuk mengetahui hubungan pasang surut air laut terhadap perubahan garis Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pantai Pasir Padi mengalami perubahan garis pantai selama waktu 5 tahun yang berupa penambahan wilayah daratan (akresi) dengan nilai abrasi rata-rata yakni mencapai -22.51 meter dan laju abrasi rata-rata mencapai -5.71 meter/tahun. Sedangkan pengurangan wilayah daratan (abrasi) tidak begitu dominan terjadi dalam waktu 5 tahun tersebut yakni memiliki nilai akresi rata-rata mencapai 7.74 meter dan laju akresi 1.94 meter/tahun.