Skripsi
Tingkat pengetahuan siswa peserta ekstrakurikuler futsal terhadap cedera ankle di SMK Graha Madina / Rahmatullah
Abstrak
Futsal merupakan suatu cabang olahraga yang memiliki faktor resiko cedera yang tinggi pada pergelangan kaki. Oleh karena itu sudah seharusnya para praktisi olahraga futsal dalam mengetahui upaya pencegahan maupun penanganan sebagai antisipasi terhadap resiko cedera yang mungkin terjadi. Kesalahan tindakan penanganan maupun perawatan pada cedera ankle dapat berakibat fatal seperti resiko terjadinya cedera kronis hingga kecacatan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian siswa ekstrakurikuler futsal SMK Graha Madina masih belum mengetahui tindakan penanganan cedera ankle sehingga penanganan masih sekadarnya. Selain itu proses pembelajaran terhadap cedera ankle masih terbatas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan siswa peserta ekstrakurikuler futsal mengenai cedera ankle di SMK Graha Madina. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei kuesioner melalui google form. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling sehingga sampel penelitian menggunakan seluruh populasi dengan jumlah 21 siswa. Teknik analisis data penelitian ini merupakan teknik analisis deskriptif yang dinyatakan dalam bentuk pesrsen menggunakan bantuan software SPSS statistik. Instrumen yang digunakan merupakan kuesioner mengenai cedera ankle yang telah dikembangkan oleh peneliti dengan identifikasi faktor pengertian penyebab cedera pencegahan cedera penanganan serta perawatan cedera ankle dengan total 20 butir pernyataan valid serta koefisien reliabilitas 0 874. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang dengan rata-rata 47 62 serta rincian 17 siswa (80 96%) memiliki pengetahuan kategori kurang 4 siswa (19 04%) memiliki pengetahuan sedang dan tidak satupun siswa memiliki pengetahuan dengan kategori baik. Keterbatasan penelitian ini adalah sampel penelitian yang masih tergolong skala kelompok kecil yaitu 21 orang sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan skala kelompok yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih relevan.