Tesis
Evaluasi program kelas industri dan kesiapan berwirausaha peserta didik SMKN di Kota Malang dengan menggunakan model cipp / Salma Huwaida Nisrina
Abstrak
Persaingan dalam dunia kerja di kompetisi global pada saat ini semakin kompetitif dan tidak dapat diprediksi. Upaya yang dilakukan Pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM di SMK yakni melalui program pengembangan model pembelajaran kelas industri. Program kelas industri merupakan salah satu konsep pembelajaran di SMK dalam keadaan yang sebenarnya sebagai jembatan kesenjangan antara pengetahuan yang diperoleh di sekolah dan kebutuhan industri. Sikap dan pengetahuan dalam berwirausaha merupakan salah satu yang wajib diketahui untuk menciptakan usaha atau berwirausaha. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 5 Malang dan SMKN 9 Malang pada program keahlian TKJ pada peserta didik kelas 11. Model evaluasi CIPP yang terdiri dari context input process dan product dari kelas industri di SMK kemudian dilakukan analisis untuk dibandingkan dengan kelas non industri di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kelas industri di SMK serta mengetahui pengaruh dan keefektifan kelas industri di SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods exploratory sequential design dengan data kualitatif membantu penjelasan data kuantitatif. Hasil penelitian pada aspek context sudah tergolong sangat baik dengan adanya kebijakan sekolah sinkronisasi kurikulum sekolah dengan industri serta terjalinnya hubungan baik anatara industri dengan sekolah namun masih belum adanya struktur organisasi secara terdokumentasi di kedua SMK. Aspek Input sudah tergolong sangat baik yang ditinjau dari sarana prasarana yang didukung sepenuhnya oleh sekolah dalam pelaksanaan kelas industri. Aspek Process sudah tergolong sangat baik yang ditinjau dari segi peran guru yang memberikan arahan dan bimbingan langsung kepada peserta didik. Aspek Product di SMKN 9 Malang tergolong sangat bagus ditinjau dari sudah terdapat lulusan yang bekerja di tempat industri. Namun di SMKN 5 Malang masih tergolong rendah dikarenakan belum adanya lulusan kelas industri. Pelaksanaan kelas industri di SMK berpengaruh secara signifikan dengan kesiapan berwirausaha peserta didik terkhusus pada program keahlian TKJ di SMKN 5 Malang dan SMKN 9 Malang. Dibuktikan bahwa pelaksanaan kelas industri memiliki poin lebih unggul untuk mempersiapkan peserta didik untuk lebih siap dan mampu untuk masuk ke dunia industri dan dunia usaha. Pelaksanaan kelas non industri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan berwirausaha peserta didik pada program keahlian TKJ di SMKN 5 Malang dan SMKN 9 Malang. Pelaksanaan kelas industri di SMKN 5 Malang dan SMKN 9 Malang telah berjalan secara efektif yang dibuktikan adanya hasil yang signifikan antara kelas industri dan kelas non industri terhadap kesiapan berwirausaha peserta didik program keahlian TKJ.