Disertasi
Gesture siswa slow learner pada perluasan pemahaman dalam menyelesaikan masalah fungsi / Rivatul Ridho Elvierayani
Abstrak
Pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan dalam berpikir tingkat tinggi yang harus dikembangkan oleh siswa tidak terkecuali bagi siswa slow learner. Siswa slow learner bukan merupakan anak dengan cacat mental dan tidak memerlukan pendidikan khusus. Skor tes IQ mereka menunjukkan skor antara 76-89. Saat berkomunikasi dalam menyelesaikan masalah segala tindakan spontan yang dilakukan siswa slow learner merupakan bentuk keterbatasan kognitif siswa dalam memahami masalah. Sebuah fakta menunjukkan bahwa gesture merupakan jembatan antara pengalaman bahasa fisik seperti gerakan tubuh dan bahasa abstraksi konseptual seperti pengetahuan dan pikiran. Oleh karenanya peneliti mengungkapkan bagaimanakah gesture sebagai perluasan pemahaman siswa slow learner ketika berkomunikasi dalam menyelesaikan masalah fungsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan di kelas VIII di salah satu SMP Negeri Kabupaten Lamongan. Terdapat tiga subjek dari delapan siswa slow learner. Ketiga subjek tersebut didasarkan pada eksplorasi gesture yang digunakan selama menyelesaikan masalah. Data diambil dengan merekam semua aktivitas siswa saat menyelesaikan masalah dan konfirmasi hasil jawaban penyelesaian masalah. Proses konfirmasi jawaban siswa pada saat wawancara digunakan untuk lebih mengetahui eksplorasi gesture yang dilakukan siswa slow learner selama menyelesaikan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga siswa slow learner melakukan tiga jenis gesture selama menyelesaikan masalah matematika. Jenis gesture yang digunakan adalah gesture menunjuk/deiktik representational dan menulis. Ketiga gesture tersebut menggambarkan proses perluasan pemahaman siswa terhadap konsep fungsi dalam bentuk representasi diagram dari diagram cartesius ke diagram panah. Gesture pada perluasan pemahaman yang dilakukan oleh siswa slow learner dapat diklasifikasi dengan gesture produktif dan gesture kontraproduktif. Gesture produktif adalah gerakan siswa slow learner yang ditandai dengan kesesuaian pada saat mengamati menunjuk mengungkapkan mendefinisikan suatu masalah. Gesture produktif dilakukan siswa slow learner pada setiap tahapan penyelesaian masalah Polya ketika siswa slow learner mampu memahami konsep fungsi dengan tepat. Gesture ini diwujudkan dengan ekspresi wajah siswa yang fokus saat mengamati objek yang sedang dihadapinya. Intensitas gerakan tangan (menulis menunjuk maupun representational) dilakukan secarah terarah dan teratur pada suatu objek yang sedang diamatinya. Gesture kontaproduktif dilakukan siswa slow learner pada setiap tahapan penyelesaian masalah Polya diakibatkan karena adanya ketidaksesuaian dalam menunjuk mengamati dan mengidentifikasi masalah yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada setiap tahapan penyelesaian masalah berikutnya. Gesture ini ditunjukkan dengan ekspresi wajah siswa terlihat fokus saat mengamati objek yang sedang dihadapinya namun intensitas gerakan tangan (menulis menunjuk maupun representational) dilakukan secarah cepat dan tidak terarah pada satu objek yang sedang diamatinya. Perubahan gerakan yang dihasilkan selalu diikuti dengan ucapan yang terbata-bata pada berbagai objek dan tidak sesuai antara pertanyaan yang ditanyakan dengan jawaban yang diberikan (topik yang diangkat berbeda). Gesture kontraproduktif mengindikasikan siswa slow learner tidak mampu memperluas pemahaman konsepnya sehingga siswa mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep yang telah dimiliki sebelumnya. Siswa slow learner mudah terganggu dengan bentuk visual yang mengecoh konsentrasi siswa (seperti bentuk grafik yang menarik perhatian siswa) sehingga siswa slow learner mudah terganggu dengan bentuk visual yang disajikan. Pandangan wajahnnya terkadang tidak fokus melihat objek yang sedang diamati sehingga gerakan tangan tidak terarah yang mengindikasikan terjadinya kesulitan dalam menyelesaikan masalah dengan tepat. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini disarankan agar guru dapat memperhatikan penggunaan gesture siswa slow learner agar lebih mudah memahami maksud siswa ketika menyampaikan konsep maupun ide-ide abstrak yang sedang dipikirkannya sehingga siswa slow learner dapat menyelesaikan masalah dengan tepat.