Skripsi
Pengaruh activated carbon, naoh, dan zingiber officinale terhadap bio-oil hasil pirolisis mikroalga spirulina platensis menggunakan fixed bed reactor / Dendy Ary Nugroho
Abstrak
Energi terbarukan saat ini merupakan salah satu hal yang tengah menjadi isu hangat di seluruh dunia. Energi terbarukan dikenal sebagai clean energy yang mampu mengurangi emisi CO2 dari energi fosil dan mencegah peningkatan akumulasi gas rumah kaca di lingkungan. Energi terbarukan dapat bersumber dari air angin cahaya matahari dan juga biomassa yang dapat diolah menjadi bio-fuel. Jenis biomassa yang dapat digunakan dalam proses pirolisis sebagai langkah produksi hidrogen bersih salah satunya adalah mikroalga. Proses pirolisis diyakini sebagai salah satu cara terbaik untuk mengkonversi mikroalga menjadi bahan bakar alternatif seperti bio-oil. Fixed bed reactor merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk melakukan proses pirolisis. Bio-oil hasil pirolisis katalitik akan dikarakterisasi dari segi densitas viskositas nilai kalor gugus fungsi (FTIR) dan komposisi senyawa (GC-MS). Nilai densitas bio-oil berkisar antara 800 mdash 1000 kg/m3. Nilai viskositas bio-oil yang dihasilkan adalah 9 392 10-5 9 570 10-5 dan 9 755 10-5 m2/s. Nilai kalor minyak nabati berkisar antara 36 664 37 547 dan 36 781 Mj/kg. Ikatan kimia dimana Spirulina platensis mengandung senyawa C-H pada rentang gelombang 2360 mdash 3000 cm-1 sedangkan sampel minyak mentah hasil pirolisis juga mengandung senyawa C-H pada rentang gelombang 2800 mdash 3000 cm-1 dan senyawa O-H pada rentang gelombang 900 mdash 1200 cm-1. Hasil produk syngas bio-oil dan char masing-masing adalah 64 24% 11 6% dan 24 08%.