Skripsi
Pengaruh model sq4r survey, question, read, reflect, recite, review terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa Kelas 5 di SBN Tebul 1 / Farah Diana Kholida
Abstrak
Membaca adalah suatu proses mengenal bentuk huruf dan tata bahasa serta kemampuan memperoleh dan memahami isi ide/gagasan secara tersurat tersirat mapupun tersorot dalam suatu bacaan. Membaca sendiri merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif sehingga membaca merupakan sebuah proses pola dasar atau perilaku untuk menghasilkan sebuah produk. Realitas permasalahan membaca pemahaman di Indonesia pada tahun belakangan ini menunjukkan kemampuan membaca siswa tingkat SD masih memiliki tingkat pemahaman bacaan di bawah rata-rata berdasarkan data PISA (programme for international student assessment) pada tahun 2022 diketahui bahwa tingkat membaca siswa sekolah dasar di Indonesia menempati skor kemampuan membaca 359 poin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran SQ4R dan setelah diterapkannya model pembelajaran SQ4R. Selain itu dalam penelitian ini akan diperoleh hasil analisis efektivitas penggunaan model pembelajaran SQ4R. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimen. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pre Test Post Test Design.dengan desain metode pre-eksperimen tipe one-group pretest posrtest design. Teknik analisis data kuantitatif yang digunakan yakni uji statistik deskriptif maupun analisis statistik inferensial dengan bantuan software JASP 0.17.2.1. adapun analisis inferensial mencakup uji hipotesis yang digunakan yakni paired sample t-test dengan mengujian prasyarat sebelumnya. serta penggunaan uji N-Gain skore untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran. Hasil penelitian penggunaan model pembelajaran SQ4R menunjukkan berpengaruh secara positif kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN Tebul 1. Hal ini didasarkan pada perolehan post-test sebesar 8 0 yang memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata pre-test. sebesar 6 5. Perolehan tersebut diperkuat berdasarkan hasil uji hipotesis paired sample t-test yang menunjukkan hasil sig. 0 001 lt 0 05 atau lebih kecil dari 0.05 sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Penggunaan model pembelajaran SQ4R pada peserta didik memungkinkan untuk membuat siswa aktif dalam mengikuti kegiatan belajar. Selain itu orientasi model pembelajaran SQ4R yang sistematis aktif dan berorientasi pada pemahaman menunjang siswa untuk berfikir secara terarah dan memaknai bacaan secara lebih baik dan terstruktur.