Skripsi
Evaluasi kapasitas saluran drainase sebagai alternatif pengendalian banjir menggunakan software EPA SWMM versi 5.1 (studi kasus: ruas Jalan Desa Suciharjo, Kabupaten Tuban) / Neda Anny Wafiyah
Abstrak
Desa Suciharjo terletak pada Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban menjadi salah satu desa yang sering mengalami banjir pada setiap musim penghujan. Desa Suciharjo menghadapi risiko dengan durasi banjir 3 sampai dengan 6 jam. Penyebab utama banjir yang terjadi pada Desa Suciharjo disebabkan oleh buruknya saluran drainase dikarenakan terdapat beberapa saluran yang tidak berfungsi secara maksimal. Salah satu cara dalam mengatasi permasalahan banjir pada Desa Suciharjo yaitu dengan mengevaluasi kapasitas tampungan saluran drainase menggunakan software EPA SWMM. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi saluran drainase eksisting pada ruas jalan Desa Suciharjo nilai debit banjir rencana pemodelan kapasitas saluran drainase menggunakan software EPA SWMM versi 5.1 dan alternatif pengendalian banjir yang sesuai dengan kondisi eksisting saluran drainase. Perhitungan evaluasi kapasitas saluran drainase dilakukan menggunakan perhitungan analitik dan pemodelan menggunakan software EPA SWMM versi 5.1. perhitungan analitik dilakukan dengan menghitung debit banjir rencana terlebih dahulu dan menghitung debit kapasitas tampungan saluran drainase sehingga dapat diketahui letak saluran yang terjadi banjir. Dilakukan perbandingan letak terjadinya banjir saluran drainase pada perhitungan analitik dengan pemodelan menggunakan software EPA SWMM versi 5.1 dan dilakukan alternatif pengendalian banjir pada saluran tersebut untuk mengatasi permasalahn banjir yang terjadi pada saluran drainase. Kondisi saluran drianase pada ruas jalan Desa Suciharjo mayoritas berfungsi dengan baik namun terdapat beberapa saluran drainase yang memiliki fungsi kurang baik yaitu pada saluran 10 14 16 17 dan 23. Nilai debit banjir rencana dengan periode ulang 10 tahun pada 24 saluran drainase bernilai antara 0 173 sampai dengan 4 887 . Hasil pemodelan kapasitas saluran drainase menggunakan software EPA SWMM versi 5.1 yaitu terdapat 13 saluran drainase yang tidak dapat menampung debit banjir. Adapun alternatif pengendalian banjir pada saluran/conduit 1 7 16 22 23 dan 24 yaitu metode non teknis dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk melakukan normalisasi dan pengerukan sedimen dikarenakan mempertimbangkan kondisi eksisiting pada saluran drainase tersebut yang tidak terjadi banjir. Sedangkan alternatif yang dilakukan pada saluran/conduit 9 sampai 15 yaitu metode struktur dengan melakukan pelebaran atau pengerukan saluran drainase dan hal ini telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tuban untuk menyelesaikan permasalah banjir yang tejadi dengan melakukan pelebaran pada saluran drainase tersebut.